Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Biasa XXXII, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik Sabtu 14 November 2025, Paus Leo IV
Ilustrasi

Hari Sabtu, Pekan Biasa XXXII
St. Albertus Agung – Uskup & Pujangga Gereja
B. Marie de la Passion
B. Magdalena Morano
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Kebijaksanaan 18:14-16;19:6-9

Jalan tanpa rintangan muncul di Laut Merah, dan rakyat melonjak-lonjak bagaikan anak domba.

Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan:

Ketika segalanya diliputi sunyi senyap dan malam telah mencapai puncak peredarannya yang cepat maka sabda-Mu, yang mahakuasa, laksana pejuang yang garang, melompat dari dalam surga, dari atas takhta kerajaan ke tengah-tengah negeri yang celaka. Bagaikan pedang yang tajam dibawanya perintah-Mu yang lurus. Sambil berdiri tegak ia memenuhi seluruh negeri dengan maut. Ia menjamah langit sambil berdiri di bumi.

Sungguh dengan taat kepada perintah-Mu seluruh tata ciptaan diubah sama sekali, supaya anak-anak Mu jangan sampai mendapat celaka. Maka nampaklah awan membayangi perkemahan, tanah kering muncul di tempat yang tadinya berair, jalan tanpa rintangan muncul dari Laut Merah, dan lembah kehijau-hijauan timbul dari empasan ombak yang hebat. Di bawah lindungan tangan-Mu seluruh bangsa melewati tempat itu, seraya melihat pelbagai tanda yang mentakjubkan.

Mereka pergi seperti kuda menuju padang rumput, dan melonjak-lonjak bagaikan anak domba, sambil memuji Engkau, ya Tuhan, yang telah menyelamatkan mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 105:2-3.36-37.42-43;R:5a

Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan.

  • Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.
  • Dibunuh-Nya anak-anak sulung di seluruh negeri, pangkal segala kegagahan mereka: Ia menuntun umat-Nya keluar membawa perak dan emas, dan di antara suku-suku mereka tidak ada yang tergelincir.
  • Sebab Ia ingat akan firman-Nya yang kudus, yagn disampaikan-Nya kepada Abraham, hamba-Nya. Ia menuntun umat-Nya keluar dengan kegirangan, dan orang-orang pilihan-Nya dengan sorak-sorai.

Bait Pengantar Injil: 2 Tesalonika 2:14
Allah memanggil kita agar kita memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Bacaan Injil: Lukas 18:1-8

Bukankah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya?

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Pada suatu ketika Yesus menceriterakan suatu perumpamaan kepada murid-murid-Nya untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemunya. Ia berkata, “Di suatu kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun. Di kota itu ada pula seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata, ‘Belalah hakku terhadap lawanku.’

Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi ia kemudian berkata dalam hatinya, ‘Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun, namun karena janda ini menyusahkan daku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus menerus datang dan akhirnya menyerang aku.”

Lalu Yesus berkata, “Camkanlah perkataan hakim yang lalim itu! Bukankah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya, yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu, ‘Ia akan segera menolong mereka.’ Akan tetapi jika Anak Manusia datang, adakah Ia menemukan iman di bumi ini?”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi? Dalam Injil hari ini, kita mendengar kisah seorang janda yang selalu datang kepada hakim. Janda tersebut menggambarkan seseorang yang selalu berjuang tanpa kenal lelah dalam mendapatkan sesuatu yang menjadi keinginannya. Alhasil, perjuangannya tidak sia-sia dan kesetiaannya untuk terus meyakinkan hakim itu membuahkan hasil.

Melalui kisah ini, pesan Yesus sangat jelas, yaitu bahwa kebaikan Allah jauh melampaui wewenang seorang hakim. Jika hakim yang tidak baik mau memenuhi permintaan janda tersebut, apalagi Allah yang selalu mengasihi, pasti akan memenuhi permintaan kita, umat-Nya. Allah jauh lebih peka mendengar rintihan dan keluh-kesah umat-Nya. Yesus mengajak kita, sebagai pengikut-Nya, untuk bersikap seperti janda tersebut, tanpa kenal lelah datang kepada hakim yang lalim itu. Akibatnya, sang hakim yang lalim itu pun luluh. Jika demikian, mengapa kita tidak melakukan yang sama kepada Allah; yang dari-Nya kita berasal dan Ia telah menunjukkan kasih-Nya yang paling luhur melalui kehadiran, karya, penderitaan, wafat, dan kebangkitan Putra-Nya? “Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

Bapa Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih, tuntunlah kami menju ketahanan iman dan menjadi makin setia dalam pengharapan akan kasih setia yang Engkau anugerahkan kepada kami untuk hidup kekal, amin.

HUT Kelahiran Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX (Uskup Keuskupan Padang)

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR