Hari Biasa,Pekan Biasa XXII
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 1Tesalonika 4:13-17a
Mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan oleh Allah bersama dengan Yesus.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:
Saudara-saudara, Kami ingin agar kalian mengetahui tentang orang-orang yang sudah meninggal dunia, supaya kalian jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena kalau kita percaya bahwa Yesus telah wafat dan bangkit, maka kita percaya juga bahwa semua orang yang telah meninggal dunia dalam Yesus akan dikumpulkan oleh Allah bersama dengan Yesus. Hal ini kami katakan kepadamu seturut sabda Allah ini. Kita yang hidup dan masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali takkan mendahului mereka yang sudah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberikan, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, Tuhan sendiri akan turun dari surga. Dan mereka yang telah meninggal dalam Kristus Yesus akan lebih dahulu bangkit. Sesudah itu kita yang hidup dan masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Kristus di angkasa.
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 96:1.3.4-5.11-12.13
Tuhan akan datang menghakimi dunia dengan adil
- Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa. Kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
- Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai,biar gemuruhlah laut serta segala isinya; biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
- Biarlah mereka bersukacita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.
Bait Pengantar Injil: Luk. 4:18
Roh Tuhan menyertai aku; Aku diutus Tuhan mewartakan kabar baik kepada orang-orang miskin.
Bacaan Injil: Lukas Luk 4:16-30
Aku diutus menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa datanglah Yesus di Nazaret, tempat Ia dibesarkan. Seperti biasa, pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat. Yesus berdiri hendak membacakan Kitab Suci. Maka diberikan kepada-Nya kitab nabi Yesaya. Yesus membuka kitab itu dan menemukan ayat-ayat berikut, “Roh Tuhan ada pada-Ku. Sebab Aku diurapi-Nya untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Dan Aku diutus-Nya memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, penglihatan kepada orang-orang buta, serta membebaskan orang-orang yang tertindas; Aku diutus-Nya memberitakan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang. “Kemudian Yesus menutup kitab itu dan mengembalikannya kepada pejabat, lalu duduk; lalu Ia duduk dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Kemudian Yesus mulai mengajar mereka, kata-Nya, “Pada hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci itu pada saat kalian mendengarnya. “Semua orang membenarkan Yesus. Mereka heran akan kata-kata indah yang diucapkan-Nya. Lalu kata mereka, “Bukankah Dia anak Yusuf? “Yesus berkata, “Tentu kalian akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku, ‘Hai Tabib, sembuhkanlah dirimu sendiri. Perbuatlah di sini, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar telah terjadi di Kapernaum!” Yesus berkata lagi, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar, ‘Pada zaman Elia terdapat banyak wanita janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang wanita janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel tetapi tiada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain Naaman, orang Siria itu. “Mendengar itu sangat marahlah semua orang di rumah ibadat itu. Mereka bangkit lalu menghalau Yesus keluar kota, dan membawa Dia ke tebing gunung tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Yesus berjalan lewat tengah-tengah mereka, lalu pergi.
Demikianlah sabda Tuhan.
Renungan
”Pada hari ini genaplah nas ini ketika kamu mendengarkannya.” Melalui perkataan ini, Yesus mau mengatakan bahwa nas Yesaya bukanlah nas untuk masa lalu atau untuk masa depan, melainkan tergenapi sekarang melalui hidup dan karya-Nya.
Bulan September menjadi kesempatan baik untuk kita menempatkan Kitab Suci dalam hidup kita, baik pribadi maupun keluarga. Membaca dan merenungkan Kitab Suci membawa kita mengalami bahwa Allah sekarang ini bersabda kepada kita melalui firman-Nya. Bagaimana kita bisa mengalaminya? Tentu saja dengan membiasakan membaca Kitab Suci setiap hari dan menggunakan waktu lima belas menit untuk merenungkannya. Semakin tekun kita merenungkannya, maka setiap Sabda Allah akan bergema dalam diri kita, dan begitu kita baca kembali maka sabda itu akan berbicara mendalam lagi kepada kita.
Marilah kita biasakan untuk membaca dan merenungkan Kitab Suci setiap hari. Sebagaimana dikatakan oleh Santo Hironimus, ”Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Allah.”
Ya Bapa, ajarilah kami untuk mengenal-Mu lebih mendalam melalui ketekunan kami dalam membaca
dan merenungkan Kitab Suci, amin.

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

