Home BERITA Bapa Kami merupakan sintesis dari setiap doa

Bapa Kami merupakan sintesis dari setiap doa

Sumber: jpicofmindonesia.com

DOA Bapa Kami, merupakan salah satu karunia yang paling berharga yang telah ditinggalkan Yesus kepada kita.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa para murid ingin mengalami kesamaan kualitas doa yang  hadir dalam hubungan Yesus dengan Bapa. Mereka dapat melihat bahwa doa adalah dimensi penting dalam kehidupan Sang Guru, periode doa yang panjang senantiasa mengawali setiap tindakan-Nya. Mereka juga menyadari bahwa Yesus tidak berdoa seperti para penguasa lain saat itu; Doanya adalah hubungan yang intim dengan Bapa. ” Ungkap Bapa Suci dalam doa  Angelus di Vatican pada Minggu, (29/07/19), seperti dilansir  viaticannews.va.

Sumber: www.vaticannews.va

Lebih lanjut Sri Paus merenungkan bahwa ketika para murid meminta Yesus untuk mengajarkan berdoa. Tuhan tidak hanya memberikan definisi doa yang abstrak atau mengajarkan teknik berdoa yang efektif  untuk ‘mendapatkan’ sesuatu. Sebaliknya, Yesus membagikan pengalaman doa-Nya, menempatkan para murid  secara langsung membangun hubungan dan membangkitkan kerinduan untuk menjalin kedekatan dengan Bapa.

“Doa Kristiani merupakan dialog antara pribadi yang saling mengasihi, didasarkan pada kepercayaan dan ditopang dengan mendengarkan serta terbuka terhadap komitmen juga solidaritas.”

Doa yang Yesus ajarkan kepada para murid yakni doa Bapa Kami; salah satu karunia paling berharga yang ditinggalkan bagi kita dari Guru ilahi selama misi-Nya didunia. Dengan doa ini, Yesus mengajar kita untuk masuk ke dalam Kebapaan Allah, dan menunjukkan kepada kita cara memasuki dialog penuh doa secara langsung dengan-Nya, dengan cara percaya sebagai seorang anak.  “Bapa Kami; sintesis dari setiap doa, yang selalu disampaikan kepada Bapa dalam doa persekutuan dengan saudara-saudari umat Allah.” Tandas pemimpin 1.3 miliar umat Katolik.

Sumber: Terjemahan bebas dari vaticannews.va

Previous articleKeuskupan Larantuka Tuan Rumah Perpas Nusra XII
Next articleBacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 30 Juli 2019