Surat Apostolik Paus Leo XIV
dalam rangka peringatan 60 tahun Deklarasi Konsili
Gravissimum Educationis
Syukur kepada Allah Tritunggal Mahakudus, yang senantiasa membimbing Gereja-Nya di tengah dinamika sejarah. Dengan penuh rasa syukur pula, Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia (Dokpen KWI) mempersembahkan terjemahan resmi Surat Apostolik Paus Leo XIV berjudul Disegnare Nuove Mappe di Speranza (Menggambar Peta-Peta Baru Harapan), yang diterbitkan dalam rangka peringatan 60 tahun Deklarasi Gravissimum Educationis.
Dokumen ini mengajak seluruh umat Allah—secara khusus para pendidik, lembaga pendidikan, keluarga, dan semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan—untuk kembali merenungkan hakikat pendidikan sebagai bagian integral dari misi pewartaan Injil. Pendidikan, sebagaimana ditegaskan kembali oleh Paus Leo XIV, bukan sekadar sarana teknis untuk mentransfer pengetahuan atau membentuk kompetensi, melainkan sebuah karya harapan yang berakar pada martabat pribadi manusia sebagai citra Allah. Dalam konteks dunia yang ditandai oleh perubahan cepat, fragmentasi sosial, krisis relasi, serta perkembangan teknologi digital yang ambivalen, Gereja dipanggil untuk “menggambar peta-peta baru harapan” yang menuntun generasi masa kini dan masa depan.
Enam puluh tahun setelah Gravissimum Educationis, refleksi yang disajikan dalam Surat Apostolik ini menunjukkan bahwa tradisi pendidikan Gereja bukanlah warisan yang statis, melainkan sebuah tradisi yang hidup. Sejarah panjang pendidikan Katolik—yang diwujudkan dalam sekolah, universitas, tarekat religius, gerakan awam, dan berbagai inisiatif pedagogis—dipahami sebagai karya Roh Kudus yang terus memperbarui diri, menjawab tantangan zaman, dan membuka ruang-ruang baru bagi pelayanan Gereja di tengah dunia. Dalam terang ini, pendidikan Katolik diundang untuk tetap setia pada Injil, sekaligus berani berdialog dengan budaya, ilmu pengetahuan, dan realitas sosial yang terus berubah.
Dokumen ini juga menegaskan kembali prinsip-prinsip fundamental pendidikan Kristiani: sentralitas pribadi manusia, kesatuan iman dan akal budi, pentingnya keluarga sebagai pendidik pertama, serta perlunya kerja sama dalam semangat subsidiaritas. Pendidikan dipahami sebagai karya bersama—sebuah “konstelasi”—di mana berbagai karisma, metode, dan lembaga saling melengkapi demi kebaikan bersama. Dalam kerangka Pakta Pendidikan Global, Gereja diajak untuk membangun jejaring pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada perdamaian, dengan perhatian khusus kepada kaum miskin dan mereka yang tersingkir.
Penerbitan terjemahan dokumen ini dimaksudkan untuk membantu umat di Indonesia mengakses dan menghayati ajaran Magisterium Gereja secara lebih mendalam dan kontekstual. Kami berharap agar dokumen ini tidak hanya dibaca sebagai teks resmi Gereja, tetapi sungguh menjadi sumber inspirasi bagi refleksi, dialog, dan praksis pendidikan di berbagai tingkat: di keluarga, sekolah, paroki, lembaga pendidikan tinggi, serta ruang-ruang pastoral dan kebudayaan.
Akhir kata, semoga Disegnare Nuove Mappe di Speranza menumbuhkan semangat baru dalam dunia pendidikan Katolik di Indonesia, sehingga kita semua dapat menjadi pelayan harapan, pembangun jembatan, dan saksi Injil yang hidup bagi generasi masa kini dan masa depan.
Selamat membaca!
Departemen Dokumentasi dan Penerangan
Konferensi Waligereja Indonesia
Link baca & unduh dokumen:
https://www.dokpenkwi.org/disegnare-nuove-mappe-di-speranza/
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

