Hari Studi, Sidang Sinodal, Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, pewartaan, Umat Katolik, Hati, sabda Allah, Komisi Pendidikan KWI, Mirifica News, Komsos KWI, KAMS, Keuskupan Agung Makassar, Desember 2025

Hari Studi dan Refleksi Bersama Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Makassar 2025

“Sinodalitas untuk Memperkuat Identitas Pendidikan Katolik di Gereja Lokal KAMS”

Hari Studi dan Refleksi Bersama Komisi Pendidikan KAMS Tahun 2025 diselenggarakan sebagai ruang bersama seluruh pelaku pendidikan Katolik di Keuskupan Agung Makassar untuk meneguhkan kembali identitas, arah, dan panggilan Gereja dalam dunia pendidikan. Dengan mengusung tema “Sinodalitas untuk Memperkuat Identitas Pendidikan Katolik di Gereja Lokal KAMS,” kegiatan ini menghadirkan sekitar 90 peserta dari berbagai komponen Gereja: Uskup dan Vikaris Jenderal, para komisi keuskupan, pimpinan kongregasi, pengurus yayasan, kolaborator pendidikan, pimpinan perguruan tinggi, serta perwakilan persekolahan Katolik. Kegiatan berlangsung pada 26-28 November 2025 di Aula Keuskupan Agung Makassar dengan misa pembukaan di Gereja Katedral Makassar.

Hari Studi, Sidang Sinodal, Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, pewartaan, Umat Katolik, Hati, sabda Allah, Komisi Pendidikan KWI, Mirifica News, Komsos KWI, KAMS, Keuskupan Agung Makassar, Desember 2025
Doc: Komdik KWI

Pertemuan ini diadakan untuk menyatukan pemahaman mengenai identitas pendidikan Katolik, memperkuat kolaborasi lintas lembaga, menemukan pendekatan baru dalam mengakarkan pendidikan Katolik di wilayah KAMS, dan menjadi wadah perjumpaan seluruh pelayan pendidikan. Melalui paparan para pemateri: Mgr. Fransiskus Nipa, RP. Antonius Vico Christiawan, SJ, dan Bapak L. Manik Mustikohendro, seluruh peserta diajak memasuki proses refleksi mendalam tentang realitas, tantangan, harapan, dan arah strategis pendidikan Katolik masa kini.

Hari pertama dibuka dengan ajakan untuk kembali kepada jantung misi Gereja bahwa pendidikan adalah inti evangelisasi. Mengacu pada Surat Apostolik Disegnare Nuove Mappe di Speranza (Merancang Peta Harapan Baru) peserta diajak melihat kembali apakah sekolah-sekolah dan perguruan tinggi Katolik masih menjadi ruang pewartaan Injil yang menjadi tindakan nyata, relasi yang menyembuhkan, dan budaya yang membebaskan. Di tengah hiruk pikuk dunia modern, distraksi digital, kecemasan sosial, dan tantangan budaya, sekolah dan perguruan tinggi Katolik di KAMS ditegaskan kembali sebagai oasis yang memanusiakan. Sekolah bukan pabrik nilai atau pusat keterampilan semata, tetapi tanah kudus tempat setiap anak dihargai sebagai pribadi, wajah, dan panggilan. Setiap ruang kelas adalah perpanjangan altar; setiap guru adalah rekan sekerja Allah; dan setiap anak adalah amanah perutusan Gereja. Identitas ini mengakar kuat pada semangat bahwa orang tua adalah pendidik pertama, dan sekolah dan pergurun tinggi Katolik adalah rumah kedua. Di sisi lain, peserta juga diajak melihat realitas yang tidak dapat dihindari, yaitu penurunan jumlah peserta didik, tantangan biaya pendidikan, mutu yang harus terus dijaga, dan regulasi nasional yang menuntut adaptasi. Nostalgia tidak lagi cukup, yang dibutuhkan adalah keberanian untuk bertobat, baik secara personal maupun struktural. Bapa Uskup menyerukan kembali pentingnya keluarga dan paroki untuk menempatkan pendidikan iman sebagai prioritas tertinggi, sementara lembaga pendidikan Katolik perlu membenahi diri, memperkuat pembinaan iman, dan membangun relasi yang lebih erat dengan paroki dan umat.

Hari Studi, Sidang Sinodal, Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, pewartaan, Umat Katolik, Hati, sabda Allah, Komisi Pendidikan KWI, Mirifica News, Komsos KWI, KAMS, Keuskupan Agung Makassar, Desember 2025
Doc: Komdik KWI

Pada hari kedua, peserta diajak masuk lebih dalam melalui data dan analisis. Temuan awal memaparkan bahwa 61,7% anak Katolik bersekolah di sekolah negeri, sementara sekolah LPK yang hanya 16,6% justru menjadi pusat mutu yang mengesankan. Hal ini menunjukkan dua hal, yaitu kualitas sekolah Katolik diakui luas, namun sekaligus menjadi tantangan pastoral bagi Gereja untuk kembali merangkul anak-anak Katolik ke dalam rumah pendidikannya. Refleksi hari kedua membuahkan tiga kesadaran penting. Pertama, Gereja harus berjalan bersama mereka yang tidak berada dalam sekolah Katolik. Pembinaan iman bagi anak Katolik di sekolah negeri harus disiapkan secara terstruktur, kreatif, dan melibatkan komunitas. Kedua, keberlanjutan antar-jenjang pendidikan menjadi peluang besar untuk menarik kembali anak-anak Katolik. Data menunjukkan peningkatan signifikan dari SD Negeri ke SMP Katolik. Mutu literasi, numerasi, karakter, dan pembinaan iman menjadi daya tarik yang perlu terus dikembangkan dan disosialisasikan. Ketiga, sinodalitas menuntut sinergi internal, digitalisasi tata kelola, kurikulum, dan pelayanan untuk menjawab tantangan zaman. Arah pastoral dari Komisi Pendidikan Kongregasi Waligereja Indonesia (Komdik KWI) memperluas wawasan refleksi, yaitu guru dipanggil menjadi pendidik profesional yang menghadirkan iman dalam praksis, kurikulum perlu humanis dan ekologis, Gereja harus berpihak kepada mereka yang lemah, teman-teman difabel harus diberi pendampingan yang bermartabat, dan penyelesaian konflik perlu mengedepankan dialog. Identitas pendidikan Katolik adalah sebuah ekosistem, bukan entitas yang berdiri sendiri. Hari kedua meneguhkan bahwa perjalanan memperkuat identitas pendidikan Katolik adalah gerak sinodal seluruh Gereja Lokal KAMS, tidak dapat dilakukan sendiri oleh satu pihak.

Hari ketiga menjadi ruang peralihan dari refleksi menuju tindakan konkret. Peserta menyadari bahwa Gereja tidak berubah hanya oleh wacana atau dokumen, melainkan oleh komitmen kecil yang dijalankan bersama dengan setia. Setiap peserta merumuskan keterlibatan pribadi, menyadari bahwa perubahan bukan tugas “mereka,” melainkan tugas “kita.” Beberapa komitmen strategis dirumuskan bersama, yaitu penguatan identitas Katolik secara konkret dalam spiritualitas dan tata kelola, penyusunan Pedoman Gerak Bersama sebagai kompas pendidikan KAMS, pengembangan kolaborasi antarunit termasuk melalui pertukaran dosen–mahasiswa, pembentukan asosiasi, sinergi pendanaan lintas paroki untuk anak dari keluarga pra-sejahtera, pendekatan keluarga sebagai jembatan, pembangunan ritme formasi spiritual, penyediaan platform kreativitas guru-siswa, dan pembentukan tim analisis kebijakan untuk membaca dinamika pendidikan. Hari ketiga meneguhkan kesadaran bahwa transformasi bukan lahir dari rencana besar, tetapi dari kesetiaan pada langkah kecil yang dilakukan bersama.

Hari Studi, Sidang Sinodal, Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, pewartaan, Umat Katolik, Hati, sabda Allah, Komisi Pendidikan KWI, Mirifica News, Komsos KWI, KAMS, Keuskupan Agung Makassar, Desember 2025
Doc: Komdik KWI

Sebagai buah refleksi tiga hari penuh, enam kelompok menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang memperkuat semangat sinodalitas. Kelompok Kongregasi, Kevikepan, dan Komisi menegaskan pentingnya kerja sama lintas lembaga, pengembangan kurikulum berbasis kekatolikan, digitalisasi, mekanisme kontrol, dan peta jalan pengembangan pendidikan Katolik. Kelompok Yayasan Pendidikan menyoroti perlunya peningkatan tata kelola, penguatan SDM, digitalisasi, pembentukan tim untuk anak-anak tidak mampu, dan gerakan solidaritas di paroki dan sekolah. Kelompok Pendidikan Tinggi menetapkan komitmen untuk menghidupi Pedoman Identitas Misi Katolik, melakukan kolaborasi Tridharma Perguruan Tinggi, pertukaran dosen–mahasiswa, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama, dan pembentukan unit misi Katolik. Kelompok Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) mendorong kolaborasi, pendekatan keluarga, peran paroki, penguatan spiritualitas, pembentukan Asosiasi Guru KAMS, dan evangelisasi digital. Kelompok Paroki menegaskan pentingnya pendataan, pendekatan keluarga, kerja sama pendanaan, promosi Lembaga Pendidikan Katolik (LPK), dan penerimaan anak pra-sejahtera berdasarkan rekomendasi paroki. Kelompok Kolaborator menekankan pertobatan struktural, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), pembentukan kelompok kerja, dan analisis kebijakan pendidikan.

Hari Studi dan Refleksi Bersama Komisi Pendidikan KAMS Tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan Gereja Lokal KAMS. Dalam tiga hari yang penuh permenungan, dialog, dan penyusunan langkah strategis, peserta menyadari bahwa masa depan pendidikan Katolik tidak lahir dari menunggu, tetapi dari berjalan bersama. Sinodalitas bukan semboyan, melainkan cara hidup. Identitas Katolik bukan slogan, melainkan napas pelayanan.  Perubahan bukan hasil sekali jadi, tetapi proses kesetiaan yang dijalani terus-menerus. Pertemuan ini mengukir peta harapan baru bagi Gereja, yaitu harapan yang tumbuh dari komitmen, keterlibatan, dan kerja bersama seluruh umat dan LPK di wilayah KAMS. Dengan demikian, pendidikan Katolik diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi terus bersinar sebagai tanda kehadiran Kerajaan Allah yang mencerdaskan, memanusiakan, dan menyalakan harapan bagi generasi muda.

Jakarta, 1 Desember 2025

Komdik KWI

Hari Studi, Sidang Sinodal, Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, pewartaan, Umat Katolik, Hati, sabda Allah, Komisi Pendidikan KWI, Mirifica News, Komsos KWI, KAMS, Keuskupan Agung Makassar, Desember 2025
Doc: Komdik KWI