Beranda GEREJA KITA Menyambut Siapapun Yang Datang

Menyambut Siapapun Yang Datang

Photo: Paus Fransiskus , Katolisitas.org

PENTINGNYA ketulusan menyambut penuh kehangatan dan memberi sapaan dengan rasa persaudaraan bagi sesama yang membutuhkan merupakan wujud nyata perpaduan kontemplasi dan aksi nyata.

Bapa Suci dalam doa Angelus pada Minggu, (21/07/2019) mengajak umat untuk mau mendengarkan suara Tuhan yang merupakan pedoman hidup manusia dan jangan hanya sibuk dengan hal-hal duniawi saja, sebagaimana dilansir www.vaticannews.va.

Photo: Paus Fransiskus dalam Doa Angelus, www.vaticannews.va

Bacaan Injil menggambarkan kunjungan Yesus ke rumah Marta dan Maria. Kedua saudari itu menyambut-Nya, Maria duduk di dekat kaki Yesus, dan terus mendengarkan setiap perkataan-Nya. Sedangkan Marta saudarinya, sibuk sekali melayani. Paus Fransiskus menyatakan pentingnya tindakan yang dilakukan Maria, bahwa ketika kita benar-benar mendengarkan suara-Nya maka Tuhan akan mengejutkan dengan menghilangkan segala kekhawatiran, ketakutan dan keraguan berganti menjadi keyakinan, kebenaran, dan ketenangan. Penting untuk senantiasa memberi ruang bagi Tuhan, dengan mendengarkan-Nya akan memampukan kita dalam menyelesaikan dengan baik segala perkara hidup.

Melayani Tanpa Kekhawatiran

Paus Fransiskus mengalihkan refleksi dari Maria ke sosok Marta, bahwa sesungguhnya ia telah berupaya melakukan pelayanan yang baik, membuat segalanya sempurna bagi para tamu istimewa, namun menjadi jengkel karena saudara perempuannya yang tidak melakukan apa pun untuk membantunya. Tetapi Tuhan menjawabnya, “Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak hal.”

Photo: Paus Fransiskus menyambut anak-anak di Vatikan, dailymail.co.uk

Paus Fransiskus menjelaskan bahwa dengan kata-kata ini, Yesus ”tidak bermaksud untuk menegur sikap dalam melayani, namun lebih kepada bagaimana kekhwatiran terkadang hinggap”. Sebagai gantinya dikatakan kepedulian Marta merupakan teladan bagi kita agar dalam komunitas yang dibentuk ada perasaan disambut sehingga semua orang merasa diterima terutama bagi para anak – anak kecil dan mereka yang membutuhkan.

Kebijaksanaan Memadukan Kontemplasi dan Aksi Nyata

Ilustrasi : Yesus, Maria & Martha

Lebih lanjut Bapa Suci menjelaskan bahwa kisah kunjungan Yesus kepada dua saudari ini, mengingatkan kita bahwa hati yang bijaksana terletak ketika kita memahami bagaimana menggabungkan dua unsur ini, yakni kontemplasi dan aksi nyata. Marta dan Maria menunjukkan kepada kita bahwa kedua sikap ini harus berjalan beriringan agar hidup dapat dinikmati dengan sukacita. Kita harus mendengarkan Yesus yang mengungkapkan rahasia tentang segala sesuatu kepada kita sambil tetap berjaga – jaga dan bersiap menyambut ketika Ia datang dan mengetuk pintu.

Paus Fransiskus mengakhiri renungannya dengan doa kepada Bunda Maria, meminta agar kita diberi rahmat untuk mencintai dan melayani Tuhan dan sesama dengan tangan Marta dan hati Maria, sehingga dengan selalu mendengarkan Kristus kita menjadi pembawa kedamaian dan harapan.

Sumber :  Terjemahan bebas dari www.vaticannews.va