Beranda Jendela Alkitab Harian Renungan Harian, Kamis: 22 Februari 2018, Mat. 16:13-19

Renungan Harian, Kamis: 22 Februari 2018, Mat. 16:13-19

Gembala Baik/Foto: stpeterscatholic.org

STILAH “Gembala” sering disebut dalam Kitab Suci mulai dari Kitab Kejadian sampai Wahyu. Yesus menyebut dirinya Gembala Baik, maka patutlah kita meneladani-Nya. Petrus telah mendapatkan mandat langsung dari Tuhan Yesus untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Ada beberapa prinsip yang seharusnya dimiliki seorang gembal seperti yang disampaikan Petrus. Pertama, penggembalaan harus dilakukan dengan sukarela sesusia dengan kehendak Allah. Kedua, menggembalakan merupakan bentuk pengabdian diri. Di sana tidak ada motivasi mencari keuntungan. Sebaliknya, daripadanya dituntut sikap pengorbanan demi kebaikan domba-domba-Nya. Seorang gembala yang selalu mencari keuntungan untuk dirinya sendiri tidaklah pantas disebut gembala. Ketiga, menggembalakan berarti memberi teladan , bukan hanya dengan memerintah. Sebab, gembala bukanlah jabatan politik. Sehingga kesetiaan dalam pelayanan kegembalaan tersebut akan dianugerahi mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

Injil hari ini mengisahkan kebersamaan Yesus dengan para murid-Nya. Kebersamaan tersebut bisa dikatakan merupakan momen yang sangat krusial karena Yesus akan menggenapi rencana karya penyelamatan-Nya. Dalam kebersamaan itu, Yesus mengajarkan hal penting tentang pengakuan iman yang bersifat personal. Pertanyaan, “apa katamu, siapakah Aku ini?” menuntut sebuah jawaban dan pengakuan personal.

Berdasarkan pertanyaan tersebut, Yesus hendak memastikan pengenalan murid-murid-Nya tentang diri-Nya sendiri. Dengan kata lain, Yesus ingin menegaskan pentingnya pengenalan yang benar dan pengakuan secara pribadi. Petrus sudah mengatakan sesuati tentang Yesus dan kepadanya diberikan kunci kerajaan surga. Pemberian kunci menyiratkan tugas penyambutan sekaligus otoritas kepada Petrus untuk “mengikat” dan “melepaskan” sesuatu. Kepada kita pun ditanyakan pertanyaan serupa: Siapakah Yesus untuk kita?

Ya Allah, aku bersyukur karena Engkau mengutus Sang Gembala Agung. Bantulah aku supaya mampu mengenal dan mengimani-Nya secara benar. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit Obor, Jakarta