Gereja bagai bahtera
Di laut yang seram
Mengarahkan haluannya
Ke pantai seberang…
Itulah potongan lirik lagu yang mengiringi perarakan, mengawali misa pembukaan Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025 pada Senin, 3 November 2025. Nada-nada gegap gempita menggema di Krakatau Ballroom Hotel Mercure, Ancol – Jakarta.
Adalah Saint Angela Choir, kelompok paduan suara yang berasal dari Sekolah Santa Angela, Bandung. Mereka mempersembahkan alunan lagu sepanjang misa berlangsung. Di balik harmoni yang menggema indah itu, ada kerja keras dan doa yang menyatu menjadi satu persembahan bagi Tuhan dan Gereja. Dengan seragam berwarna hijau sage dan wajah penuh sukacita, para anggota paduan suara menampilkan bukan hanya keterampilan bernyanyi, melainkan juga semangat pelayanan.
Founder, Conductor sekaligus Music Director St. Angela Choir, Roni Sugiarto menyampaikan, selama kurang lebih dua bulan, 42 siswa siswi serta alumni ini berlatih dengan penuh kesungguhan, menyiapkan lagu-lagu liturgi yang sesuai dengan tema besar SAGKI 2025: “Berjalan Bersama, Mewartakan Harapan.” Latihan demi latihan dijalani di tengah kesibukan masing-masing anggota.
Penampilan mereka bukan hanya soal nada dan harmoni. Di setiap bait lagu, terselip makna dan doa. Ketika lagu “panis angelicus” dinyanyikan, suasana ruang misa terasa hangat dan menggetarkan hati. Umat yang hadir tampak hanyut dalam lantunan suara yang lembut namun penuh tenaga, membawa semua yang mendengar masuk lebih dalam ke dalam suasana doa.
Bagi mereka, kesempatan mengiringi misa pembukaan SAGKI adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Bernyanyi untuk Tuhan tidak hanya soal suara indah, tapi juga hati yang tulus. “Awalnya deg-degan, tapi makin lama rasanya asik dan senang bisa menginspirasi orang lewat bernyanyi,” ujar Tasya, salah satu anggota paduan suara.

Freelance, Contributor for Dokpen KWI


