Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2026, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian, Paus Leo IV, Komisi Pendidikan KWI

MIRIFICA.NET – Temu Akbar sekaligus Hari Studi Guru Keuskupan Banjarmasin diselenggarakan pada tanggal 5–6 Februari 2026, bertempat di Restoran Lima Rasa, Jalan A. Yani KM 3,5, Banjarmasin. Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah yang menghimpun sekitar 300 guru Katolik dari seluruh wilayah Keuskupan Banjarmasin. Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua dan Anggota Komisi Pendidikan (Komdik) serta Majelis Pendidikan Katolik (MPK) Keuskupan Banjarmasin, para pengurus yayasan Lembaga Pendidikan Katolik (LPK) se-Keuskupan Banjarmasin, para kepala sekolah, serta seluruh Guru Katolik, baik yang berkarya di LPK, maupun guru yang beragama Katolik dan mengabdikan diri di berbagai satuan pendidikan.

Gagasan besar pertemuan ini berakar dari harapan Bapa Uskup Keuskupan Banjarmasin, Mgr. Victorius Dwiardy, OFMCap., yang disampaikan dalam Rapat Kerja Dewan Karya Pastoral (DKP). Beliau menegaskan pentingnya menghadirkan sebuah wadah perjumpaan bersama bagi para Guru Katolik se-Keuskupan Banjarmasin sebagai ruang saling menguatkan, berjalan bersama, dan meneguhkan perutusan. Harapan gembala ini sejalan dengan kerinduan yang telah lama disuarakan oleh para guru di berbagai Lembaga Pendidikan Katolik. Menanggapi panggilan tersebut, Komisi Pendidikan Keuskupan Banjarmasin bersinergi dengan Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Banjarmasin menyelenggarakan Temu Akbar Guru Katolik yang dirangkai secara bermakna dengan Hari Studi.

Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2026, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian, Paus Leo IV, Komisi Pendidikan KWI

Kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang perjumpaan saling mengenal, mempererat persaudaraan, dan mengobati rindu dalam kebersamaan, melainkan juga sebagai ruang pembelajaran bersama yang reflektif dan visioner. Melalui pendalaman materi Deep Learning (Pembelajaran Mendalam), para guru diajak untuk merefleksikan kembali praksis pendidikan di tengah tantangan zaman yang ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi, dinamika sosial-budaya yang kompleks, serta tantangan moral dan spiritual yang kian nyata. Dalam konteks ini, pendidikan Katolik dipanggil untuk tetap setia pada jati dirinya sebagai sarana pewartaan dan perutusan Gereja, sekaligus tanggap, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menjawab perubahan zaman.

Semangat Temu Akbar ini berakar kuat pada Hasil Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025, khususnya dalam bidang pendidikan, yang menegaskan bahwa pendidikan Katolik harus bertumpu pada iman, dihidupi dalam semangat kebersamaan dan sinodalitas, serta menghadirkan proses pembelajaran yang bermakna, transformatif, dan berdaya ubah. Guru Katolik dipanggil bukan semata sebagai pelaksana kurikulum atau pengalih pengetahuan, melainkan sebagai kolaborator Gereja dan saksi iman yang menghadirkan nilai-nilai Injil dalam praksis pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2026, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian, Paus Leo IV, Komisi Pendidikan KWI

Atas dasar itulah, Temu Akbar Guru Katolik se-Keuskupan Banjarmasin mengangkat tema: “Menjadi Guru KEBAN yang Bahagia sebagai Terang dan Garam di Tengah Perubahan Zaman.” Tema ini mengajak para guru untuk kembali menyadari dan meneguhkan identitas terdalam mereka sebagai putra-putri Gereja yang hidup dari Sukacita Injil. Sebagaimana ditegaskan dalam Evangelii Gaudium, “Sukacita Injil memenuhi hati…”, kebahagiaan sejati guru Katolik bersumber dari relasi yang hidup dengan Kristus. Dari kebahagiaan inilah para guru dimampukan untuk menghayati panggilan luhur mereka, tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi membentuk pribadi peserta didik secara utuh, manusiawi, beriman, dan berkarakter serta menjadi terang dan garam yang memberi harapan dan makna di tengah perubahan zaman.

Secara konkret, Temu Akbar–Hari Studi Guru Keuskupan Banjarmasin diselenggarakan dengan tujuan meneguhkan jati diri Guru Katolik yang bahagia karena Sukacita Injil, memperkuat identitas dan misi pendidikan Katolik sebagai bagian dari pewartaan Gereja, khususnya dalam Tahun Misi dan Evangelisasi 2026, serta meningkatkan kompetensi profesional guru melalui pendalaman Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), agar mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik.

Narasumber pertama, RP. Antonius Vico Christiawan, SJ, yang akrab disapa Romo Vico dan menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Pendidikan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), mengajak para Guru KEBAN untuk kembali menemukan kebahagiaan sejati yang bersumber dari Kristus. Berangkat dari refleksi SAGKI 2025, Romo Vico menegaskan bahwa guru adalah pribadi yang diutus Gereja untuk menghadirkan nilai-nilai Injil dalam dunia pendidikan, membentuk karakter peserta didik, dan menjadi saksi harapan melalui kehadiran yang autentik, berintegritas, dan berbelarasa. Dalam semangat sinodalitas, para guru diteguhkan untuk berjalan bersama peserta didik, sesama pendidik, orang tua, dan Gereja, serta terus bertumbuh secara spiritual agar mampu menghadirkan wajah Gereja yang misioner dalam keseharian karya pendidikan.

Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2026, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian, Paus Leo IV, Komisi Pendidikan KWI

Narasumber kedua, Ir. Drs. Djohan Yoga, M.Sc., MoT., Ph.D., atau Prof. Djohan, mengajak para Guru KEBAN untuk memahami dan menghayati Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai paradigma pendidikan abad ke-21. Ia menegaskan bahwa elemen terpenting dalam ekosistem pendidikan adalah guru dan siswa. Guru tidak lagi sekadar pengajar, melainkan aktivator pembelajaran, kolaborator, pengembang budaya belajar, sekaligus coach yang menumbuhkan potensi peserta didik. Melalui pendekatan growth mindset, para guru diajak meninggalkan surface learning yakni sekadar mendengar, mencatat, dan menghafal, namun lebih menuju pada pembelajaran yang mendorong pemahaman, refleksi, dan transformasi. Proses ini menuntut keberanian keluar dari zona nyaman, kesiapan menghadapi tantangan, serta ketekunan untuk bertumbuh.

Prof. Djohan menekankan bahwa mindset adalah cara pandang dan pola pikir yang menentukan sikap, tindakan, dan hasil. Growth mindset juga menegaskan keyakinan bahwa kecerdasan dan kemampuan dapat terus dikembangkan melalui proses belajar, menjadi kunci dalam membentuk karakter non-kognitif seperti kegigihan, kesabaran, ketekunan, dan ketangguhan. Melalui pendekatan ini, pendidikan Katolik diharapkan tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi sungguh menjadi ruang formasi iman, moral, dan spiritual, sehingga peserta didik tumbuh sebagai pribadi reflektif, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan zaman.

Pada akhirnya, Temu Akbar–Hari Studi Guru Keuskupan Banjarmasin menjadi ruang rahmat dan perutusan. Di sanalah para Guru KEBAN diteguhkan kembali sebagai pendidik yang bahagia, beriman, dan professional, menjadi terang dan garam yang dengan setia menghadirkan Sukacita Injil dalam dunia pendidikan dan kehidupan masyarakat. Dari perjumpaan ini, para guru diutus kembali ke ruang-ruang kelas dan kehidupan, membawa harapan, iman, dan kasih sebagai tanda kehadiran Allah di tengah zaman yang terus berubah. *Komisi Pendidikan KWI