Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Biasa XXIV, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan, Mazmur Tanggapan, dan Renungan Harian Katolik, Rabu 17 September 2025, Paus Leo IV
Ilustrasi

Hari Rabu, Pekan Biasa XXIV
St. Robertus Bellarminus
St. Albertus dari Yerusalem
Sta. Hildegardis
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: 1 Timotius 3:14-16

Sungguh agunglah rahasia iman kita.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius:

Saudara terkasih, semuanya ini kutulis kepadamu, walaupun aku berharap segera dapat mengunjungi engkau. Maka, jika aku terlambat, engkau sudah tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, artinya jemaat Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.

Sungguh agunglah rahasia iman kita: Kristus, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh. Ia menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, dan diberitakan di antara para bangsa yang tidak mengenal Allah. Ia diimani di dunia dan diangkat dalam kemuliaan.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 111:1-2.3-4.5-6; R:2a

Agunglah karya Tuhan.

  • Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati,dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah.Besar perbuatan-perbuatan Tuhan,layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
  • Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang.
  • Kepada orang takwa diberikan-Nya rezeki, selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya. Kekuatan perbuatan-Nya Ia tujukan kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka para bangsa.

Bait Pengantar Injil: Yoh 6:64b.69b

Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Pada-Mulah sabda kehidupan kekal.

Bacaan Injil: Lukas 7:31-35

Hikmat Allah dibenarkan oleh orang yang menerimanya.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak, “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini? Mereka sama dengan anak-anak yang duduk di pasar dan berseru-seru, ‘Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak menangis.’

Sebab ketika Yohanes Pembaptis datang, dan ia tidak makan roti, dan tidak minum anggur, kalian berkata, ‘Ia kerasukan setan.’ Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kalian berkata, ‘Lihatlah, seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.’ Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Hidup Yohanes dan muridnya dipertanyakan. Demikian pula hidup Yesus dan murid-murid-Nya. Orang banyak itu menggunakan kriteria mereka sendiri untuk menilai hidup orang lain. Padahal, mereka sendiri juga tidak mempunyai kriteria dan patokan yang jelas. Karya keselamatan Allah tidak diatur oleh kriteria manusia. Kenyataan seperti ini juga dapat kita jumpai dalam hidup sehari-hari.

Dalam hidup menggereja, kita juga tidak jarang menjadi kritikus ulung terhadap hidup menggereja, mulai dari ibadat, ajaran hingga khotbah dan kehidupan para gembala. Syukur jika kritik itu memilliki dasar kebenarannya. Sayangnya, tidak jarang kritik itu didasarkan pada ”keyakinan pribadi”. Maka, tidak mengherankan muara dari umat yang demikian ini adalah ”membangun iman subjektif” menurut versinya sendiri.

Hari ini kita diundang untuk pertama-tama memahami Tuhan dan rencana-Nya yang menyelamatkan kita. Kita diajak untuk menyelaraskan hidup kita dengan hidup Gereja, dengan kebijakan Gereja yang lebih luas, dengan aturan yang membentuk dan mengantar kita pada pola hidup tertentu.

Ya Bapa, ajarilah kami untuk selalu mendengar, taat, serta setia pada rencana dan rancangan-Mu yang terkadang di luar pemikiran kami, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR