Home Jendela Alkitab Harian Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 29 Desember 20211

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 29 Desember 20211

25 Maret 2022, Bacaan Injil 25 Maret 2022, Bacaan Injil Harian, Bacaan Kitab Suci, Bacaan Pertama 25 Maret 2022, Bait Allah, Bait Pengantar Injil, Firman Tuhan, Gereja Katolik Indonesia, Iman Katolik, Injil Katolik, Katekese, Katolik, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Mazmur Tanggapan, Mazmur Tanggapan 25 Maret 2022, Minggu prapaskah III, Penyejuk Iman, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Renungan Harian Katolik, Renungan Harian Katolik 2022, Renungan Katolik Mingguan, Sabda Tuhan, Ulasan Kitab Suci Harian, Umat Katolik, Yesus Juruselamat

Bacaan Pertama: 1Yoh 2:3-11

Saudara-saudara terkasih, inilah tandanya bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata “Aku mengenal Allah” tetapi tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta, dan tidak ada kebenaran di dalam dia. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu kasih Allah sungguh sudah sempurna; dengan itulah kita ketahui bahwa kita ada di dalam Allah. Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Allah, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Saudara-saudara kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu; perintah ini telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang melenyap dan terang yang benar telah bercahaya. Barangsiapa berkata bahwa ia berada di dalam terang, tetapi membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1-2a.2b-3.5b-6 R:11a

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai.

  • Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya!
  • Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya, ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
  • Tuhanlah yang menjadikan langit, keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan hormat ada di tempat kudus-Nya.

Bait Pengantar Injil: Luk 2:32

Kristus cahaya yang menerangi pada bangsa, Dialah kemuliaan bagi umat allah.

Bacaan Injil: Luk 2:22-35

Ketika genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat, Maria dan Yusuf membawa kanak-kanak Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan Dia kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.” Juga mereka datang untuk mempersembahkan kurban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh hidupnya, yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Atas dorongan Roh Kudus, Simeon datang ke Bait Allah. Ketika kanak-kanak Yesus dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan apa yang ditentukan hukum Taurat, Simeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya,
“Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu yang dikatakan tentang Kanak Yesus. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan — dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri –, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Meskipun dalam rupa Bayi kecil yang sederhana dan tak berdaya, Simeon dalam kuasa Roh Kudus mampu mengenali jati diri Bayi itu. Bayi itu adalah Sang Penyelamat, pemenuhan janji Allah kepada dirinya, kepada Israel dan kepada segala bangsa. Simeon mampu mengenali Sang Mesias karena dia adalah “seorang yang benar dan saleh hidupnya”. Dia mengenali Mesias karena dia “menuruti Firman-Nya” dan di dalam dia “kasih Allah sungguh sempurna” (1Yoh. 2:4-5). Hatinya berada dalam terang dan pastilah dia mengasihi saudaranya. Terang itulah yang membukakan mata batinnya untuk mengenali Sang Mesias. Kesejatian dan ketulusan terpancar kuat dalam diri Simeon.

Banyak orang sangat mementingkan perkataan, mengobral doa-doa lisan yang disusun sangat indah, sangat aktif dalam acara-acara rohani, mengesankan orang lain dengan pengajaran lisan, tetapi sangat miskin dalam tindakan dan perilaku kasih terhadap sesama, terhadap orang miskin dan yang membutuhkan. Antara perkataan dan perbuatannya terdapat jurang yang sangat lebar. Orang yang demikian itu tidak mengenal Allah, tidak berada di dalam Allah, dan berada dalam kegelapan. “Kegelapan itu telah membutakan matanya” (1Yoh. 2:11). Orang seperti ini tidak bisa mengenali Sang Mesias dalam bungkus insani.

Ya Allah, bantulah kami menghayati Firman-Mu dalam hidup sehari-hari. Amin.

Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2021, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik

 

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2021, Penerbit OBOR

Inspirasi: Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 28 Desember 2021

Previous articleBacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 28 Desember 2021
Next articleBacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 30 Desember 2021