Hari Senin, Pekan Biasa XXXI
St. Martinus de Porres
St. Hubertus
B. Pius Campidelli
B. Rupert Mayert
warna Liturgi: Ungu/Putih
Bacaan I: Roma 11:29-36
Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:
Saudara-saudara, Allah tak pernah menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya. Dahulu kalian tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang kalian mendapatkan kemurahan karena orang-orang Israel tidak taat. Demikian pun sekarang mereka tidak taat, supaya memperoleh kemurahan berkat kemurahan yang telah kalian peroleh. Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.
Alangkah dalamnya kekayaan, kebijaksanaan dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-Nya, tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan Allah sesuatu, sehingga Allah wajib menggantinya? Sebab segala sesuatu berasal dari Allah. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 69:30-31.33-34.36-37; R:14cd
Demi kasih setia-Nya yang besar jawablah aku, ya Tuhan.
- Aku ini tertindas dan kesakitan, keselamatan dari pada-Mu, ya Allah, kiranya melindungi aku! Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan lagu syukur;
- Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan.
- Sebab Allah akan menyelamatkan Sion dan membangun kota-kota Yehuda, supaya orang-orang diam di sana dan memilikinya; anak cucu hamba-hamba-Nya akan mewarisinya, dan orang-orang yang mencintai nama-Nya akan diam di situ.
Bait Pengantar Injil: Yohanes 8:31b-32
Jika kalian tetap dalam firman-Ku, kalian benar-benar murid-Ku, dan kalian akan mengetahui kebenaran.
Bacaan Injil: Lukas 14:12-14
Janganlah mengundang sahabat-sahabatmu, melainkan undanglah orang-orang miskin dan cacat.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Yesus bersabda kepada orang Farisi yang mengundang Dia makan, “Bila engkau mengadakan perjamuan siang atau malam, janganlah mengundang sahabat-sahabatmu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu, atau tetangga tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula, dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi bila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, cacat, lumpuh dan buta. Maka engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalas engkau. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Kalimat yang mungkin sering terdengar dalam ucapan doa ini semestinya menjadi bagian penting keseharian hidup kita. Perkembangan tingkat kemakmuran hidup sering kali tidak seiring dengan pemahaman relasi yang cukup layak dan pantas antara manusia dan Allah, Sang Pencipta.
Adagium Ad maiora natus sum (kita dilahirkan untuk sesuatu yang lebih luhur) perlu dilanjutkan dengan Ad maiorem Dei gloriam (demi kemuliaan Allah yang semakin besar). Tanpa kemuliaan Allah, tidak akan terjadi kehidupan yang memuliakan manusia dan seluruh isi bumi.
Bangsa kita, menurut penelitian Charities Aid Foundation (CAF), terkenal sebagai bangsa yang masyarakatnya bersifat murah hati, berbelas kasih, dan bergotong-royong, sebagaimana diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang. Kita bersyukur pula bahwa dasar ketulusan yang kuat tetap membuat sifat kedermawanan ini tidak terpengaruh situasi sosial kemasyarakatan yang buruk, seperti korupsi bantuan sosial dan bantuan-bantuan lainnya. Semoga setiap karya kemanusiaan yang kita lakukan semakin memuliakan Allah dan membuat hidup kita sebagai manusia menjadi lebih luhur.
Ya Bapa, semoga keluarga-keluarga kami bertumbuh dalam iman dan berkembang demi generasi mendatang yang menyayangi kehidupan, amin.

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

