Beranda KWI Buka Pelatihan Jurnalistik dan Lay Out, Romo Kamilus Ajak Peserta Manfaatkan Media...

Buka Pelatihan Jurnalistik dan Lay Out, Romo Kamilus Ajak Peserta Manfaatkan Media Untuk Wartakan Iman

ATAMBUAMirifica.net – Sekretaris Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS) KWI, Romo Kamilus Pantus pada Kamis (26/2/2015) secara resmi membuka kegiatan pelatihan jurnalistik dan lay out di Pusat Pastoral Emaus Keuskupan Atambua.

Dalam sambutan awal, Romo Kamilus mengajak peserta agar dapat memanfaatkan media komunikasi sebagai sarana pewartaan iman.

“Ada begitu banyak sarana komunikasi yang kalau dimanfaatkan secara efektif dapat membantu mewartakan iman Kristiani,” kata Romo Kamilus

“Saya berharap peserta dapat mengikuti sesi demi sesi kegiatan jurnalistik dan lay out majalah ini sehingga dapat menjadi penulis yang produktif,” lanjutnya.

Selain itu Romo Kamilus juga membeberkan sekilas kerja-kerja yang dilakukan oleh Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia.

Romo Kamilus menegaskan bahwa pelatihan jurnalistik dan lay out ini merupakan salah satu program kegiatan yang dijalankan oleh KOMSOS KWI.

“Sejak Januari 2015 hingga akhir Februari, KOMSOS KWI telah memberikan pelatihan menulis dan public speaking di beberapa tempat seperti di Seminari Tinggi St. Rafael Kupang, STKIP St. Boneventura Medan, dan STKIP Santo Paulus Ruteng. Pelatihan jurnalistik di Atambua saat ini adalah kegiatan ke-4 yang dijalankan KOMSOS KWI,” tutur Romo Kamilus kepada peserta.

Sebelumnya, mewakili Sekretaris KOMSOS Keuskupan Atambua, Romo Marly Knaofmone juga berkenan memberikan sambutannya. Romo Marly yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris I Komisi Komsos Keuskupan Atambua….menyampaikan apresiasi mendalam dan berterima kasih kepada Komisi Komunikas Sosial Kwi yang berkenan hadir untuk membagi pengetahuan dan pengalaman di bidang jurnalistik.

Kegiatan pelatihan jurnalistik dan lay out yang diikuti 46 orang ini, sebagian besar berasal dari kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). Ada juga peserta yang masih duduk di Sekolah Mengengah  Pertama (SMP). Beberapa imam dan bruder yang berkarya di wilayah keuskupan Atambua juga terlibat dalam pelatihan tersebut.

(John Laba Wujon)