Beranda GEREJA KITA Ini Agenda Penting Paus Fransiskus di Tahun 2019

Ini Agenda Penting Paus Fransiskus di Tahun 2019

Paus Fransiskus/Foto: vatican.news.com

SEJUMLAH agenda penting Paus Fransiskus pada tahun 2019 telah dikeluarkan oleh pihak Vatikan. Paus dijadwalkan bakal melaksanakan beberapa agenda besar seperti kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke sejumlah negara seperti UEA, Panama, Maroco, Bulgaria dan Macedonia. Selain itu, ada pertemuan puncak yang membahas sejumlah kasus pelecehan seksual di lingkungan gereja Katolik, menghadiri sebuah Sinode di Amazonia, Brasil, dan melanjutkan reformasi kuria Roma.

Dilansir dari Vatican News,com, berikut ini beberapa agenda Paus Fransiskus pada tahun 2019:

Pertemuan Diplomatik

Pada bulan Januari, Paus Fransiskus mengadakan pertemuan tahunannya dengan korps diplomatik  untuk Tahta Suci. Kesempatan ini sering digunakan Paus untuk mengeluarkan pesan yang kuat kepada masyarakat internasional. Tahun lalu, Bapa Suci menggunakan peringatan 70 tahun Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia sebagai batu loncatan untuk mengingatkan dunia bahwa di banyak tempat di dunia hak asasi manusia dilanggar bahkan sekarang di milenium ketiga, terutama hak untuk hidup.

Hari Orang Muda Sedunia di Panama

Paus memulai perjalanan apostoliknya di tahun 2019 pada 23-28 Januari. Pada saat ini, Bapa Suci akan berkunjung ke Panama untuk merayakan Hari Pemuda Seduni ke-34. Dalam sebuah pesan video yang dikirim pada bulan November lalu, Paus mengundang orang-orang muda untuk keluar dari kenyamanan mereka,  dan mulai terlibat membantu meningkatkan dunia melalui mimpi, cita-cita, dan keberanian mereka.

Uni Emirat Arab

Pada 3-5 Februari, Paus Fransiskus akan berkunjung ke Uni Emirat Arab. Kunjugan ini sangatlah historis karena Paus Fransiskus akan  menjadi Paus pertama yang mengunjungi Uni Emirat Arab. Kehadiran Paus di Uni Emirat Arab dalam rangka dialog para pemimpin antaragama Sebagaimana diketahui, Para pemimpin UEA telah mendeklarasikan 2019 sebagai “Tahun Toleransi” Deklarasi ini bertujuan mempromosikan sebuah budaya yang bebas dari fundamentalisme agama.

Dewan Kardinal dan Reformasi Kuria

Pada 18-20 Februari, Paus dijadwalkan bertemu dengan Dewan Kardinal. Pertemuan ini adalah yang ke-28 kali dan berlangsung di Vatikan. Fokus pertemuan seputar Pembaruan Konstitusi Kuria Romawi, Pastor Bonus. Sebuah proposal baru diajukan Desember lalu kepada Paus Fransiskus, dengan judul “Praedicate Evangelium”. Tujuannya adalah untuk membantu badan pemerintahan Vatikan menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan Gereja misionaris.

Bahas Kasus Pelecehan Seksual

Masih di bulan Februari, tepatnya pada 21-24 Februari nanti. Paus Fransiskus dijadwalkan akan bertemu dengan seluruh Konferensi Wali Gereja untuk membahas kasus-kasus pelecehan seksual di lingkungan gereja Katolik. Dalam berbagai kesempatan, Paus Fransiskus telah menyatakan komitmennya untuk mencegah dan melawan pelecehan seksual terhadap anak dan orang dewasa serta penyalahgunaan kekuasaan dan hati nurani oleh beberapa anggota Gereja.  Berbicara kepada Kuria Romawi pada bulan Desember 2018, Paus Fransiskus mengatakan tidak ada alasan untuk mengikuti jalan kebenaran dan keadilan yang akan ditoleransi. Oleh beberapa pihak, pertemuan tersebut dinilai sebagai agenda kepausan 2019 yang paling ditunggu-tunggu.

Kunjungi Maroko

Pada 30-31 Maret, Paus Fransiskus dijadwalkan akan berkunjung ke Maroko. Kunjungan ini dilakukan 33 tahun setelah kunjungan bersejarah Paus St. Yohanes Paulus II pada 19 Agustus 1985 ke Casablanca. Selama berada di Maroco, Paus Fransiskus akan melanjutkan langkah pendahulunya untuk mempromosikan sikap saling pengertian dan dialog antaragama antara umat Kristen dan Muslim.

Bulgaria dan Macedonia

Setelah jeda singkat di bulan April, Bapa Suci akan pergi melintasi Laut Adriatik untuk mengunjungi Bulgaria dan bekas Republik Yugoslavia Makedonia pada 5-7 Mei. Di Bulgaria Paus Fransiskus akan mengunjungi kota Sofia dan Rakovski. Kemudian ia melakukan perjalanan ke kota Makedonia Skopje, di mana Bunda Teresa dari Calcutta, pendiri Missionaries of Charity, dilahirkan. Umat ​​Katolik di kedua negara Baltik ini adalah minoritas kecil di tengah-tengah mayoritas Ortodoks. Karena itu, mempromosikan ekumenisme akan menjadi prioritas utama dalam daftar yang harus dilakukan Paus.

Ingin Kunjungi Jepang

Meski belum ada konfirmasi resmi, Paus Fransis secara terbuka telah mengatakan kepada sekelompok peziarah asal Jepang yang berkunjung ke Vatikan bahwa ia berharap dapat melakukan perjalanan ke Jepang pada tahun 2019. Paus mengatakan itu seraya mengenang sebuah peristiwa yang terjadi pada tahun 1585, di mana  ada 4 pemuda Jepang berkunjung ke Roma bersama beberapa misionaris Yesuit untuk bertemu dengan Paus Gregorius XIII.

Sinode Amazon

Kemudian pada tahun 2019, para Uskup akan bertemu dalam sebuah Sinode Amazon yang digelar pada bulan Oktober untuk membahas wilayah Pan-Amazonia. Paus dijadwalkan akan hadir dan menyapa menyapa majelis khusus dengan tema “Amazon: Jalan Baru untuk Gereja dan Ekologi Integral”. Tentu saja ada akan ada banyak hal yang didbicarakan nanti, tidak terbatas pada ekologi, yang akan mengundang perhatian dari 7 Konferensi Waligereja dan 9 negara yang terlibat. Ke-9 negara itu antara lain Brasil, Ekuador, Venezuela, Suriname, Peru, Kolombia, Bolivia, Guyana dan French Guiana.

Sumber: Vatican News.com