Komsos KAE, Keuskupan Agung Ende, Pelatihan Kmsos KWI - Ende, Gereja Katolik Ende, RD Petrus Noegroho Agoeng Sriwidodo, RBE Agung Nugroho, Komsos Paroki , RD Carlo Guru, Pelatihan Jurnalistik Komsos Mataloko, Komsos KWI

MATALOKO – Hari ketiga sekaligus hari terakhir Pelatihan Jurnalistik, Fotografi, Videografi, dan Konten Media Sosial di Rumah Susun Seminari Mataloko, Jumat, 6 Februari 2026, menjadi ajang pembuktian kreativitas bagi 72 peserta. Meski sempat diwarnai kendala teknis berupa padamnya aliran listrik, semangat para peserta untuk menyelesaikan tugas karya justru semakin berkobar.

Uji Nyali Produksi Konten di Tengah Kendala

Sejak pukul 07.00 WITA, suasana rusun tampak sibuk. Para peserta yang terbagi dalam kelompok-kelompok mulai mengeksekusi tiga tugas besar: Video Narasi (2-4 menit), Infografis, dan Video Reels. Tantangan muncul ketika listrik padam di tengah proses pengerjaan. Namun, hal ini tidak mematahkan semangat; para peserta tetap bekerja dengan perangkat yang tersisa hingga seluruh karya berhasil diunggah ke folder pusat tepat pada pukul 15.00 WITA.

Presentasi dan Evaluasi Hasil Karya

Sesi presentasi hasil karya menjadi momen yang paling dinantikan sekaligus penuh tawa. Setiap kelompok berkesempatan menonton hasil jerih payahnya bersama-sama di lantai 1. Fasilitator Samuel Krismanto atau yang akrab di sapa Mas Kris, memberikan apresiasi tinggi sekaligus evaluasi mendalam untuk setiap karya.

Mas Kris menekankan beberapa catatan teknis krusial, di antaranya:

  • Garis Imajiner : Panduan dasar penempatan kamera agar kesinambungan visual terjaga.
  • Editing Workflow: Pentingnya manajemen folder, serta prinsip menyalin data (copy) daripada memotong (cut) untuk keamanan file.
  • Prinsip Prioritas Video: Mas Kris menegaskan bahwa sebuah video harus memprioritaskan emosi dan logika, cerita dan ritme, serta kenyamanan mata penonton meskipun video durasi pendek.
  • Konsistensi antar scene : Transisi antar adegan dengan menggunakan tehnik audio atau video untuk mendukung cerita

“Jangan lupakan kesinambungan atau continuity. Dalam membuat infografis pun, pemilihan warna harus memiliki logika yang kuat agar pesan tersampaikan dengan baik,” tegas Mas Kris.

Apresiasi dari Lintas Sektor

Kegiatan ini tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman. Para peserta dari Komsos Paroki hingga rekan-rekan dari Koperasi Kredit (Kopdit) memberikan apresiasi atas materi yang didapatkan. Mereka merasa lebih siap kembali ke komunitas masing-masing dengan “senjata” baru untuk mewartakan kabar baik.

Misa Penutup dan Harapan Baru

Rangkaian pelatihan resmi berakhir dengan Perayaan Ekaristi penutup pada pukul 18.00 WITA yang dipimpin oleh RD Franky Meze. Suasana syukur menyelimuti ruang ibadat sebagai tanda berakhirnya perjalanan belajar selama tiga hari.

Dalam sesi sambutan penutup, RD Usno Wodo dan RD Carlo Guru secara resmi menutup kegiatan ini. Mereka berharap agar ilmu yang didapat tidak berhenti di Mataloko, melainkan bertumbuh menjadi karya nyata di paroki-paroki se-Keuskupan Agung Ende.