Home KATEKESE Santa Adelaide : 16 Desember

Santa Adelaide : 16 Desember

16 Desember, Bunda Maria, gereja katolik, gereja Katolik Indonesia, Ibu Maria, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Minggu Adven III, Para Kudus, Para Kudus di Surga, rosario,Santa Kristiana, Pengaku Iman, Santa Lusia, Santo Simon Phan Ðac Hòa, Santo Damasus I, Santo Yohanes Roberts, Santo Juan Diego, Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa, Santo Sabinus, Santo Nikolas dari Myra, teladan kita, umat katolik, yesus kristus, Katekese
Ilustrasi: catholicnewsagency.com

Adelaide Lahir di Orbe (Sekarang wilayah Swiss). Ia adalah putri dari Raja Rudolf II dari Burgundy dan Bertha dari Swabia.  Dalam usia enambelas tahun, Puteri Burgundi ini dinikahkan dengan Raja Lothair II karena alasan politik. Tiga tahun kemudian, suaminya meninggal dunia. Penguasa baru yang diyakini telah meracuni suaminya berusaha memaksa Adelaide untuk menjadi isteri puteranya. Adelaide tentu saja menolak. Dalam murkanya, sang penguasa memperlakukannya dengan kejam. Ia bahkan mengurung Adelaide dalam sebuah benteng di tengah sebuah danau.

Adelaide diselamatkan ketika Raja Otto Agung dari Jerman menaklukkan penguasa ini. Meski Adelaide duapuluh tahun lebih muda darinya, Raja Otto menikahi Puteri Adelaide yang cantik pada Hari Natal. Ketika raja membawa pulang ratunya yang baru, rakyat Jerman segera mencintainya. Adelaide seorang yang lemah lembut dan anggun lagi cantik jelita. Tuhan menganugerahkan lima anak kepada pasangan kerajaan ini. Mereka hidup bahagia selama duapuluh dua tahun. Ketika Otto mangkat, putera sulung Adelaide menjadi penguasa.

Puteranya ini, Otto II, seorang yang baik, tetapi terlalu cepat bertindak tanpa pikir panjang. Ia melawan ibunya sendiri sehingga ibunya meninggalkan istana. Dalam kepedihan hatinya, Adelaide minta pertolongan seorang abbas, St Majolus. Abbas ini menasehati Otto II hingga ia sadar dan menyesali perbuatannya. Adelaide menemui puteranya di Italia dan raja Otto II memohon pengampunan dari bundanya.  Adelaide berdoa bagi puteranya dengan membawa persembahan ke tempat ziarah Santo Martin dari Tours.

Di masa tuanya, St Adelaide dipanggil untuk memimpin negara karena anaknya Otto II telah meninggal dan cucunya Otto III masih kanak-kanak. Ia membangun banyak biara dan berkarya demi mempertobatkan orang-orang Slavic. Sepanjang hidupnya, ratu yang kudus ini taat pada nasehat orang-orang kudus. Ia senantiasa siap sedia mengampuni mereka yang bersalah kepadanya. St Addle dari Cluny menyebutnya sebagai “perpaduan mengagumkan dari keelokan dan keanggunan.”

St Adelaide wafat pada tanggal 16 Desember 999.

Sumber: katakombe.org

Inspirasimu: Santa Kristiana, Pengaku Iman : 15 Desember

Previous articleSelamat Jalan Pater Petrus Kanisius Aman OFM
Next articleBacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 17 Desember 2020