Home KATEKESE Santo Benyamin, Martir : 31 Maret

Santo Benyamin, Martir : 31 Maret

31 Maret, Bunda Maria, gereja katolik, gereja Katolik Indonesia, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Maria menerima Kabar Gembira dari Malaikat Katolik, Para Kudus, Para Kudus di Surga, Pengaku Iman, Santo Benyamin, Martir, Santa Katarina dari swedia, Santo Alfonsus Toribio dari Mangroveyo, Santo Berthold, Santo Deogratias, Santo Doroteus dari Gaza, Santo Fransiskus Maria dari Camporosso, Santo Ludger, Santo Rupertus, Santo Serapion, Santo Yohanes Klimaks, santo yoseph, umat katolik, uskup, Uskup dan Pengaku Iman, yesus kristus
Ilustrasi: catholic faith store

DALAM kisah para rasul, kita membaca kisah Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada Dewan Sanhendrin karena mereka mewartakan Injil Kristus dan menyembuhkan seorang yang lumpuh. Kedua rasul itu dilarang keras mengajar lagi atas nama Yesus. Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab: Silahkan kamu putuskan sendiri manakah yang benar dihadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan telah kami dengar. (Kis4:19  20).

Kata- kata inilah yang mendorong Benyamin untuk mengorbankan hidupnya bagi Kristus dan Injil. Benyamin adalah seorang diakon, berkebangsaan Persia. Ia hidup kurang lebih pada permulaan abad ke lima. Oleh karena kesalahan seorang Uskup bernama Abdas, penganiayaan kepada kaum Kristen mulai berkecamuk lagi. Uskup Abdas membakar kuil utama dewa orang- orang Persia. Perbuatan ini menimbulkan reaksi hebat diantara orang- orang Persia yang masih kafir itu. Mereka menangkap orang – orang Kristen dan menyiksa mereka hingga mati. Diantara orang- orang Kristen yang ditangkap itu ada Diakon Benyamin yang sama sekali tidak terlibat dalam tindakan pembakaran kuil kafir itu. Diakon Benyamin dianiaya dengan kejam.

Kebetulan ada seorang Romawi yang mengenal baik Benyamin. Ia memohon kepada Raja Persia agar membebaskan Benyamin. Permohonan ini dikabulkan raja Persia, tetapi dengan syarat: Benyamin tidak boleh lagi mewartakan Injil atau menyebarkan agama Kristen di kalangan orang Persia.
Mendengar syarat pelepasan itu, Benyamin dengan gagah berani menolak persyaratan itu. Seperti santo Petrus dan Yohanes, Benyamin menjawab: tidak mungkin saya tidak mewartakan Kristus dan Injil- Nya. Karena jawaban ini, Benyamin dihukum mati pada tahun 424.

Sumber: katakombe.org

Inspirasimu: Santo Yohanes Klimaks : 30 Maret

Previous articleBacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 31 Maret 2021
Next articleBacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 01 April 2021