MIRIFICA.NET-Ende – Suasana penuh sukacita, haru, dan bangga menyelimuti Aula Mgr. Donatus Djagom pada Senin, 16 Januari 2026, saat Sekolah Tinggi Pastoral Atma Riksa (STIPAR) Ende mewisudakan 175 mahasiswa-mahasiswi Angkatan XXXII Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik. Senyum bahagia para wisudawan dan wisudawati berpadu dengan wajah lega dan bangga orang tua serta keluarga yang memadati aula, menjadikan peristiwa ini sebagai momen bersejarah yang sarat makna iman dan perjuangan.
Dari total 175 lulusan yang dinyatakan lulus, 3 orang meraih predikat Magna Cum Laude, yakni Gabriela Margarida Fatima Lopes, Maria Magdalena Bida, dan Rosalia Sandrina Dua Moong. Sebanyak 40 lulusan meraih predikat Cum Laude, 131 lulusan berpredikat Sangat Memuaskan, dan 1 lulusan berpredikat Memuaskan. Para sarjana baru ini resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.).
Prosesi wisuda berlangsung khidmat. Tepuk tangan bergemuruh setiap kali nama wisudawan dipanggil. Beberapa orang tua tampak meneteskan air mata haru — air mata syukur setelah perjuangan panjang, pengorbanan, dan doa yang akhirnya berbuah manis. Usai prosesi, pelukan hangat, senyum lebar, serta foto-foto kebersamaan menghiasi setiap sudut aula dan halaman kampus. Janji Wisudawan diucapkan oleh Yanuarius Gebo, yang menegaskan komitmen para lulusan untuk mengabdikan diri bagi Gereja, bangsa, dan masyarakat.
Sambutan Wisudawan: Kisah Perjuangan dan Harapan
Sambutan yang mewakili wisudawan dan wisudawati disampaikan oleh Rosalia Sandrina Dua Moong, salah satu lulusan terbaik. Dengan gaya reflektif dan menyentuh, ia mengisahkan dinamika perjalanan studi yang penuh keterbatasan namun sarat makna kebersamaan. Ia menegaskan bahwa pendidikan di STIPAR Ende tidak sekadar mentransfer ilmu, melainkan membentuk pribadi. Keterbatasan ekonomi, perjuangan membayar biaya kuliah, hingga hidup sederhana dijalani dengan harapan dan ketekunan. “Hari ini kami berdiri sebagai bukti bahwa keterbatasan tidak pernah mampu mengalahkan harapan,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, para pastor pendamping praktik pastoral, serta secara khusus kepada orang tua dan keluarga yang dengan pengorbanan luar biasa mengutus anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan. “Gelar sarjana yang kami sandang hari ini adalah buah dari kasih dan pengorbanan kalian,” katanya dengan suara bergetar, disambut tepuk tangan panjang hadirin.
Ketua STIPAR: Sarjana Diutus Menjawab Tantangan Zaman
Ketua STIPAR Atma Riksa Ende, Dr. Fransiskus Z. M. Deidhae, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal perutusan. Para lulusan diingatkan akan tantangan besar di era digital, sekularisme, dan individualisme. Ia menekankan pentingnya menjadi katekis dan pendidik yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga berkarakter, beriman, dan mampu hadir secara relevan di tengah masyarakat. “Jadilah sarjana yang tidak hanya update status di media sosial, tetapi juga update iman dan pengetahuan,” pesannya, diselingi humor yang mengundang senyum hadirin.

Pemerintah Daerah: Jangan Hanya Pintar, Jadilah Pembawa Kebaikan
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan bangga atas kelulusan para sarjana baru. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab lulusan Pendidikan Keagamaan Katolik sangat besar karena menyangkut pembinaan iman dan moral generasi masa depan.
“Jangan hanya menjadi orang pintar, tetapi jadilah manusia yang membawa kebaikan bagi masyarakat,” tegasnya. Pemerintah Kabupaten Ende berharap para lulusan hadir sebagai penuntun nilai di tengah tantangan dunia digital yang kian kompleks.

Dirjen Bimas Katolik: Lulus Bukan Sekadar Selesai, tetapi Diutus
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, Drs. Suparman, S.E., M.Si. menegaskan bahwa para wisudawan hari ini bukan hanya dinyatakan lulus, tetapi diutus. Ia menyebut bahwa STIPAR Ende telah meluluskan 175 sarjana, terdiri dari 14 laki-laki dan 161 perempuan, yang menjadi bagian dari total 2.430 lulusan sepanjang sejarah institusi ini.

Ia mengapresiasi tema wisuda yang menekankan kolaborasi dan karya kontekstual, seraya mengingatkan bahwa dunia tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan orang yang bertindak nyata. Ilmu dan iman harus hadir dalam tindakan konkret bagi masyarakat.
Gereja: Gelar Akademik Adalah Panggilan dan Tanggung Jawab
Mewakili Uskup Agung Ende, Romo Vikaris Jenderal KAE, Romo Fery Dedhu menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penegasan atas perjuangan, ketekunan, dan pengorbanan panjang. Gereja bersyukur karena STIPAR Ende kembali menghasilkan 175 sarjana pendidik agama Katolik dan katekis yang siap mewartakan Injil.
Ia mengingatkan bahwa dunia dewasa ini membutuhkan pribadi-pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi terutama berhati nurani. Gelar akademik adalah awal dari panggilan pelayanan. Ilmu yang diperoleh harus menjadi berkat bagi masyarakat, Gereja, dan bangsa.

Sukacita yang Mengutus
Wisuda Angkatan XXXII STIPAR Atma Riksa Ende ditutup dengan suasana penuh kegembiraan. Karangan bunga berjajar, tawa dan doa mengalir, serta harapan baru tumbuh. Dari aula ini, lahir para sarjana yang tidak hanya siap bekerja, tetapi siap melayani, mengasihi, dan menjadi saksi iman.
STIPAR Ende sekali lagi menegaskan jati dirinya: tidak hanya meluluskan sarjana, tetapi mengutus pribadi-pribadi berintegritas untuk Gereja dan tanah air.

Imam Projo Keuskupan Agung Ende.
Saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Agung Ende.

