Cantica Sacra, Concert Maria Immaculata di Jakarta, komunitas umat, musik liturgi, pujian kepada Allah, Gereja Katolik Indonesia, Caritas Indonesia, Carina, PSE, KWI, Komsos, Laudato Si, Paus Fransiskus, Kerusakan Bumi, Paus Leo XIV doakan korban bencana Sumatera
Doc: Cantica Sacra

Jakarta, Mirifica.net – Komunitas Cantica Sacra Indonesia menggelar Twilight Concert Maria Immaculata pada Sabtu, 13 Desember 2025, pukul 17.00–20.00 WIB, bertempat di Sport Hall Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta. Konser ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Raya Santa Maria Dikandung Tanpa Noda (Maria Immaculata) yang dirayakan Gereja Katolik pada 8 Desember 2025.

Konser khusus sebagai penghormatan kepada Bunda Maria Immaculata ini menjadi yang pertama di Indonesia. Sebanyak 17 nomor komposisi dibawakan, seluruhnya berfokus pada puji-syukur kepada Allah atas anugerah Bunda Maria bagi dunia. Salah satu keunikan konser ini adalah dipersembahkannya empat komposisi “Ave Maria” dari lintas zaman, yakni karya Johann Sebastian Bach–Charles Gounod, Franz Schubert, Pietro Mascagni, dan Giulio Caccini, yang merepresentasikan perkembangan musik dari era Barok hingga Modern.

Cantica Sacra, Concert Maria Immaculata di Jakarta, komunitas umat, musik liturgi, pujian kepada Allah, Gereja Katolik Indonesia, Caritas Indonesia, Carina, PSE, KWI, Komsos, Laudato Si, Paus Fransiskus, Kerusakan Bumi, Paus Leo XIV doakan korban bencana Sumatera
Doc: Cantica Sacra

Selain sebagai ungkapan devosi, konser ini juga dimaksudkan sebagai sarana pembelajaran musik liturgi Gereja Katolik bagi umat. Melalui konser interaktif, Cantica Sacra Indonesia mengajak penonton memahami bahwa musik liturgi bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan bagian integral dari doa dan peribadatan Gereja. Semangat ini sejalan dengan arahan Gereja universal melalui Konstitusi Liturgi Sacrosanctum Concilium (1963) dan instruksi Musicam Sacram (1967), yang menekankan nilai musik liturgi yang benar, baik, indah, dan ilahi (verum, bonum, pulchrum, et divinum)

Sebagian besar lagu yang dibawakan merupakan repertoar yang akrab di telinga umat Katolik. Namun, melalui teknik vokal dan cara bernyanyi yang tepat, lagu-lagu tersebut ditampilkan dengan nuansa yang lebih mendalam, agung, dan sakral. Secara khusus, konser ini menegaskan kembali pemahaman bahwa nyanyian Gregorian dan polifonik dipersembahkan sebagai pujian kepada Allah, bukan untuk mengejar tepuk tangan atau apresiasi semata.

Seluruh komposisi dibawakan oleh Cantica Sacra Female Choir, dengan dukungan penampilan khusus dari Persevera Choir Kolese Kanisius dan Paduan Suara SMP Penabur Cipinang. Cantica Sacra Female Choir sendiri merupakan kelompok paduan suara bentukan komunitas Cantica Sacra Indonesia, yang anggotanya diseleksi secara terbuka dari berbagai paroki di wilayah Keuskupan Agung Jakarta, antara lain Paroki St. Agustinus Karawaci, St. Nicodemus Ciputat, St. Bartolomeus Bekasi, St. Ignatius Loyola Jakarta, St. Leo Agung Jatiwaringin, dan St. Servatius Kampung Sawah.

Kelompok ini dibentuk sebagai model Schola Cantorum, yakni paduan suara inti dalam musik liturgi Gereja Katolik, sebagaimana diamanatkan dalam Sacrosanctum Concilium dan Musicam Sacram. Melalui pelatihan berkelanjutan dan peran para anggotanya sebagai agen pembelajaran di paroki asal masing-masing, Cantica Sacra Indonesia berupaya mereplikasi model Schola Cantorum di paroki-paroki Gereja Katolik di seluruh Indonesia. Dalam upaya ini, Cantica Sacra Indonesia membangun kemitraan dengan Komisi Liturgi KWI serta komisi liturgi di berbagai keuskupan.

Cantica Sacra, Concert Maria Immaculata di Jakarta, komunitas umat, musik liturgi, pujian kepada Allah, Gereja Katolik Indonesia, Caritas Indonesia, Carina, PSE, KWI, Komsos, Laudato Si, Paus Fransiskus, Kerusakan Bumi, Paus Leo XIV doakan korban bencana Sumatera
Doc: Cantica Sacra

Konser ini dipimpin oleh Jay Wijayanto sebagai pelatih dan konduktor utama sekaligus direktur artistik. Turut mendukung dalam perhelatan ini antara lain Leonard Joseph, Mikha Ogung J. Panggabean, Ignatius Martono, Sirma Ulina Ginting, serta para pianis dan organis Angelica Liviana, Andreas Galih Pamungkas, dan Theresia Friska Ratih Sagita. Dokumentasi dan publikasi digital didukung oleh tim multimedia yang terdiri dari Martin Tanubrata, Remigus Isworo, dan Muchammad Husein.

Sekitar 400 penonton hadir menyaksikan konser ini, yang terdiri dari para rohaniwan, pegiat musik liturgi, serta umat awam dari berbagai paroki di Keuskupan Agung Jakarta. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dan Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta.

Melalui Twilight Concert Maria Immaculata, Cantica Sacra Indonesia kembali menegaskan panggilannya untuk menghadirkan musik liturgi sebagai sarana doa, katekese, dan pewartaan iman, yang mengantar umat semakin masuk ke dalam misteri agung perayaan Ekaristi.

Ref: Press release Cantica Sacra Indonesia Mengadakan Twilight Concert Maria Immaculata di Jakarta

***

Cantica Sacra, Concert Maria Immaculata di Jakarta, komunitas umat, musik liturgi, pujian kepada Allah, Gereja Katolik Indonesia, Caritas Indonesia, Carina, PSE, KWI, Komsos, Laudato Si, Paus Fransiskus, Kerusakan Bumi, Paus Leo XIV doakan korban bencana Sumatera
Doc: Cantica Sacra