Home Jendela Alkitab Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 30 Mei 2022

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 30 Mei 2022

19 Oktober 2022, Bacaan Injil 19 Oktober 2022, Bacaan Injil Harian, Bacaan Kitab Suci, Bacaan Pertama 19 Oktober 2022, Bait Allah, Bait Pengantar Injil, Firman Tuhan, Gereja Katolik Indonesia, Iman Katolik, Injil Katolik, Katekese, Katolik, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Mazmur Tanggapan, Mazmur Tanggapan 19 Oktober 2022, Minggu Prapaskah ViI, Penyejuk Iman, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Pewartaan, Renungan Harian Katolik, Renungan Harian Katolik 2022, Renungan Katolik Mingguan, Sabda Tuhan, Ulasan Kitab Suci Harian, Umat Katolik, Yesus Juruselamat
Ilustrasi: findshepherd.com

Bacaan Pertama: Kis 19:1-8

Ketika Apolos masih berada di kota Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman Asia, dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia, “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.” Lalu kata Paulus kepada mereka, “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka, “Dengan baptisan Yohanes.” Kata Paulus, “Baptisan Yohanes adalah baptisan tobat, dan Yohanes sendiri berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.”

Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.

Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Lewat pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 68:2-3.4-5ac.6-7b R:33a

Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah.

  • Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah.
  • Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita. Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya! Nama-Nya ialah Tuhan!
  • Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia.

Bacaan pengantar Injil: Kol 3:1

Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

Bacaan Injil: Yoh 16:29-33

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata bahwa akan tiba saat-Nya bahwa Ia tidak lagi berbicara dengan memakai kiasan. Maka para murid berkata kepada Yesus, “Lihat sekarang Engkau berkata-kata terus terang
dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.”

Jawab Yesus kepada mereka, “Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan, masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Orang yang telah terbiasa hidup enak, umumnya gampang mengeluh jika ada kesulitan yang dialaminya. Tidak sedikit orang zaman sekarang yang mudah patah semangat dan gampang menyerah dalam menghadapi situasi yang sulit. Ada baiknya kita belajar dari Santo Paulus yang penuh semangat dan mempunyai keberanian dalam mewartakan Injil. Bacaan pertama hari ini, menceritakan bagaimana Santo Paulus yang sudah menjelajahi daerah-daerah pedalaman untuk mewartakan Injil. Tidak mudah bagi Paulus untuk menyesuaikan diri dengan daerah-daerah tersebut. Namun, dengan semangat yang luar biasa, Paulus mampu mewartakan Injil ke Efesus selama tiga bulan lamanya. Ia mengujungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani.

Dalam Injil hari ini, Yesus memberi peneguhan kepada para murid-Nya agar tegar dalam menghadapi penderitaan dunia. Dia telah mengalahkan dunia, demikian juga para murid dapat mengalahkannya jika bersatu dengan Dia. Dalam hal ini, Yesus mengajak kita untuk tidak takut dan tidak mudah patah semangat, karena Ia telah mengalahkan dunia. Kita dapat turut serta dalam kemenangan itu jika bersatu dengan-Nya. Ia akan selalu bersama kita dan tidak akan pernah meninggalkan kita. Maka, kita jangan pernah merasa takut dan patah semangat dalam mewartakan kasih Tuhan.

Tuhan Yesus, semoga damai sejahtera yang Engkau berikan kepada kami menumbuhkan semangat kami untuk mewartakan kasih-Mu. Amin.

Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2021, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik

 

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2021, Penerbit OBOR

Inspirasi: Ulasan Eksegetis Bacaan Kitab Suci Minggu Paskah VII

Previous articleBacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 29 Mei 2022
Next articleBacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 31 Mei 2022