Beranda KWI KOMSOS KWI Bagaimana Cara Menyapa Audiens Yang Tidak Membosankan?

Bagaimana Cara Menyapa Audiens Yang Tidak Membosankan?

Kunci public speaking adalah memengaruhi orang lain. Namun menurut riset, keutuhan pesan yang disampaikan komunikator dan ditangkap komunikan hanya 25%. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah sapaan.

Pelatihan public speaking untuk katekis dan imam di Kepulauan Tanimbar bersama Komsos KWI masih berlangsung sejak kemarin (27/6). Errol Jonathans, direktur Suara Surabaya sekaligus fasilitator pelatihan ini membagikan tips sederhana untuk menyapa audiens yang tidak membosankan.

“Terkadang kita kebingungan mencari sapaan yang berbeda, khususnya bagi guru yang bertemu murid yang sama setiap harinya,” kata Errol dalam sesi hari ini.

Errol mengatakan, sapaan dapat divariasikan berdasarkan abjad.

“Huruf A, cari kalimat sapaan yang dimulai dengan huruf A. “Apa kabar?” ungkap Errol, “Besoknya, kita bisa coba B. Bagaimana kabar hari ini?”

Huruf C, misalnya “Cerah sekali hari ini!”

Bagaimana dengan huruf X dan Z?

“X akan saya pakai seperti ini, “X adalah lambang ketidakpastian, tapi hari ini, saya akan berikan kepastian untuk Anda sekalian. Z adalah huruf terakhir, tapi Anda adalah yang pertama untuk saya,” tukas Errol disambut anggukan dan senyum para peserta pelatihan.