Beranda Jendela Alkitab Harian Kebangkitan Itu Adalah Suatu Kenyataan! (Siraman Rohani: Sabtu, 19/11/2016)

Kebangkitan Itu Adalah Suatu Kenyataan! (Siraman Rohani: Sabtu, 19/11/2016)

Saudara-saudari…

Pada tahun 1983, saya mengalami peradangan usus buntu/apendix. Saya dibawa lari ke Rumah Sakit Lela di Sikka Flores NTT. Dokter langsung memeriksa dan hasil pemeriksaan adalah ada infeksi di Apendix, jadi harus segera diambil tindakan. Besok paginya saya langsung dioperasi. Sewaktu tiba di ruang operasi, saya disuruh naik kemeja operasi. Saya langsung diberi suntikan obat bius. Awalnya saya masih mendengar percakapan dokter, selanjutnya saya masuk ke dalam satu dunia baru. Di dunia baru ini, saya melihat diriku berjalan di salah satu taman bunga yang begitu indah. Selama hidupku saya tidak pernah melihat taman yang begitu indah. Udarahnya begitu sejuk, cahaya mataharinya pun begitu bagus, suasana keseluruhan dalam tanam itu sungguh damai dan sangat menarik. Selagi saya menikmati keindahan  panorama dalam taman itu tiba-tiba saya mendengar bunyi ribut yang sungguh mengganggu pendengaran-ku. Kegaduhan suara itu memaksa saya untuk berontak. Saya coba menggerakkan kaki-ku. Tiba-tiba saya mendengar orang berkata: “Frater, tenang…jangan bergerak.”Kemudian saya berkata dengan suara tersendat-sendat: “Saya ada di mana?”Orang yang sama menjawab: “Engkau di Rumah Sakit! Tolong jangan ngomong dulu!” Sesudah beberapa menit saya membuka mata dan kesadaran-kupelan-pelan kembali bekerja secara normal.

Pengalaman jiwaku yang berkelana dalam Kebun yang indah itu saya tafsirkan sebagai pengalaman hidup di dunia yang baru. Selagi jiwaku berkelana di dunia yang begitu indah, pada saat yang sama perutku dibela oleh para dokter. Yang menarik, bahwa saya sungguh tidak merasakan apa yang mereka kerjakan. Bagaimana sakitnya sewaktu perutku dibela. Yang kuingat hanyalah pengalaman jiwa yang menikmati indahnya taman bunga itu. Sementara pengalaman sakitnya perut dibela, saya sama sekali tidak tahu. Saya berterimakasih kepadaTuhan karena saya sudah mengalami keindahan dunia baru yang begitu indah di kalah jiwaku berkelana pada saat tubuhku dioperasi.

Seorang ahli neuropatologi, George Rodonaia namanya, mengalami kematian selama 3 hari. Ia sadar kembali saat para dokter sedang mempersiapkan otopsi untukdirinya. Sebelum pengalaman ini, ia adalah seorang ateis, tidak percaya akan adanyaTuhan. Setelah melewati pengalaman di alam roh yang begitu berkesan, ia kemudian melanjutkan studi doktoral di bidang spiritualitas agama dan menjadi seorang pendeta. Pengalaman kehidupan jiwa di dunia yang baru mendorong George untuk tekun mendalami spiritualitas agama. Dia sudah mengalami indahnya dunia yang baru dan sungguh percaya bahwa kebangkitan itu adalah suatu kenyataan sesudah tubuh kita mati.

Saudara-saudari…

Hari ini Yesus menjelaskan kepada orang Saduki yang tidak percaya akan kebangkitan. Untuk menjelaskan kebangkitan orang-orang mati, Yesus menggunakan ceritera pengalaman Musa. Musa melihat api yang keluar dari semak duri tetapi tidak termakan api. Sewaktu Musa mendekat, tiba-tiba terdengar suara: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu, sebab tempat di mana engkau berdiri itu adalah tanah yang kudus.” Lagi Allah berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.”Keluaran 3:6. Jadi Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapanNya semua orang hidup berkumpul. Abraham, Ishak danYakub sudah lama mati, tetapiTuhan tetap menyapa diriNya: Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Itu berarti Abraham, Ishak dan Yakub masih hidup. Dengan demikian kematian bukanlah akhir dari segalanya, tetapi pintu masuk ke dalam kehidupan yang baru, dan Allah tetap menjadi Allah dari mereka yang hidup dalam dunia yang baru.

Kebangkitan Yesus Kristus sendiri sesungguhnya satu kenyataan yang sudah disaksikan oleh para Rasul. Karena pengalaman ini maka para rasul tidak pernah merasa putus asa untuk mewartakan kabar gembira kepada semua bangsa. Kepada Jemaat di Korintus, Paulus dengan tegas katakan: “Andai kata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.” 1 Kor 15:14. Itu berarti kebangkitan sungguh –sungguh suatu kenyataan.

Marilah saudara-saudari…

Kita berdoa semoga Tuhan selalu menguatkan iman kita akan kebangkitan badan agar dengan sadar kita mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menyambut kedatangan Tuhan kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.

 

Kredit Foto: passionateheintje.blogspot.com