Beranda Jendela Alkitab Harian Menjaga Keseimbangan Jasmani Dan Rohani (Siraman Rohani, Selasa 22/11/2016)

Menjaga Keseimbangan Jasmani Dan Rohani (Siraman Rohani, Selasa 22/11/2016)

Menjaga Keseimbangan Jasmani Dan Rohani! (Lukas 21: 5 – 11)

Saudara-saudari…

PADA satu sore saya membaca satu ceritera tentang seorang Penguasa muda yang sangat sukses. Dia bekerja begitu rajin, siang – malam. Dia juga rajin berolahraga, makan makanan bergizi dan minum selalu teratur. Banyak orang memuji kehebatan Pengusaha muda ini. Orangnya pintar dan cekatan.  Tetapi pada suatu hari, istri, anak-anak dan pegawai perusahan sangat kaget karena pengusaha muda ini tiba-tiba mati. Satu pukulan besar untuk istri, anak-anak dan para pekerja perusahanan. Apa penyebab kematian? Katanya karena kelelahan. Kurang tidur. Katanya ia hanya tidur dua atau tiga jam sehari, selebihnya hanya kerja, kerja, kerja. Ia lebih memusatkan perhatiannya pada kerja agar perusahannya berhasil, sementara kebutuhan tubuh untuk istirahat tidak diperhatikannya. Dia selalu makan makanan bergizi, tetapi tidak diimbangi dengan istirahat yang cukup; ia rajin berolahraga tetapi tidak beri waktu yang cukup bagi tubuhnya untuk beristihat.  Keterikatan pada program dan kesuksesan perusahan selalu menjadi prioritas utama, sementara menjaga kebutuhan tubuh yang sehat tidak diperhatikan. Karena ketidak seimbangan antara kebutuhan mental, emosional dan fisik, maka bagian yang lemah dan tidak diperhatikan harus menyerah, gagal menjalankan tugasnya secara maksimal. Ia mati.

Hari ini Yesus mendengar orang memuji dan mengagumi Bait Allah Yersusalem, yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan. Tetapi Yesus mengingatkan mereka, kataNya: “Apa yang kamu lihat di situ – akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”

 Lewat peringatan ini, Yesus secara tidak langsung mau mengingatkan para pendengar akan beberapa pesan penting: 1) Bait Allah akan dihancurkan oleh musuh, dan benarlah yang terjadi. Tahun 70 kota Yerusalem dikepung oleh tentara Romawi. Tentara Romawi, dipimpin oleh Titus, mengepung dan menaklukan kota Yerusalem. Bait Allah dihancurkan; 2) Keindahan dan keagungan duniawi hanya bersifat sementara. Akan tiba waktunya jadi pudar dan tidak bertahan lagi, pada waktunya akan hancur; 3) Manusia harus selalu berjaga-jaga karena ada orang yang menyesatkan orang lain; 4) Yesus juga mengingatkan para pengikutNya untuk selalu tekun dalam iman dan prioritas kehendak Tuhan dalam kehidupan setiap hari. Iman dan karya amal akan menjadi jaminan keselamatan di dunia akhirat.

Saudara-saudari…

Jagalah keseimbangan antara kebutuhan biologis, emosional, mental dan rohani. Ingatlah selalu bahwa segala sesuatu yang bersifat duniawi pada waktunya akan hancur, tetapi yang bersifat surgawi akan hidup selama-lamanya.

Menyangkut kehidupan duniawi dan surgawi, saudara sepupuh saya, seorang Ustad Islam pernah berkata: “Jadikanlah kehidupan kita di dunia ini sebagai medan untuk kita beramal dan menyediakan persiapan kita menuju alam akhirat. Tidak mungkin kita akan tenang dan berbahagia apabila membawa bekalan yang sedikit dan tidak berkualitas pula apabila menuju perjalanan yang jauh yaitu ke alam akhirat. Janganlah sia-siakan masa, umur, tenaga dan kekayaan yang kita miliki tanpa memikirkan perjalanan menuju dunia baru. Siapkanlah juga bekal rohani menuju dunia baru. Bekal-bekal itu dalam bentuk karya amal soleh, amal ibadah, amal kebajikan yang kita lakukan di dunia ini demi kemulian Allah. Renungkanlah dan bertindak segera tanpa ditangguh-tangguhkan lagi.”

 Marilah saudara-saudariku…

Sebagai murid Kristus kita harus selalu menjaga keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan Rohani. Janganlah terikat dengan hal-hal duniawi. Keterikatan kepada hal-hal duniawi akan sangat berbahaya bagi kehidupan rohani kita di hari akhirat. Karena di mana hati kita berada, maka focus perhatian kita pun akan lari ke sana.

Kita berdoa semoga Tuhan selalu menguatkan iman kita agar kita selalu tekun dan setia menjalankan tugas dan tanggunjawab kita sebagai pelayanNya. Dan semoga berkat bantuan Tuhan kita selalu sanggup menjaga keseimbangan antara urusan jasmani dan rohani

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita agar kita selalu mampu mempromosikan hal-hal surgawi dalam hidup harian kita.

Kredit Foto: www.diocesisorrentocmare.it