Beranda Jendela Alkitab Harian Renungan Harian, Senin: 21 Nopember 2016, Luk. 21:12-19

Renungan Harian, Senin: 21 Nopember 2016, Luk. 21:12-19

21:12 Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.

21:13 Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. 

21:14 Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.

21:15 Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu   kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.

21:16 Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu  dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh 

  21:17 dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. 

21:18 Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang . 

21:19 Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu. 

Renungan

Ada banyak kisah haru tentang kepedulian orang – orang sederhana untuk sesamanya yang juga membutuhkan. Seorang nenek renta penjual tisu masih mau berbagi untuk pengemis yang membutuhkan. Seorang penarik becak, yang tinggal di pinggiran rel kereta api, masih peduli menyekolahkan beberapa anak kurang mampu seperti dirinya.

Pemberian dan kepedulian sekecil apa pun memberikan kebahagiaan untuk orang lain semangat berbagi dan peduli bukanlah sebuah tindakan yang diberikan karena kelebihan yang ada pada diri kita. Dalam segala kekurangan dan kesederhanan hidup kita pun dapat memberikan sesuatu bagi orang lain yang membutuhkan. Yesus mengajarkan sikap kepedulian yang lahir dari ketulusan dan kesederhanaan untuk mau berbagi dan berbela rasa.

Dalam situasi masyarakat dewasa ini, sikap berbagi dan mau peduli dengan orang lain hendaknya menjadi sebuah sikap yang mesti dinyatakan. Sikap demikian hendaknya lahir dari sikap beriman dan kesetiaan akan Yesus. Sang Anak Domba yang telah menyucikan kita dengan Darah-Nya yang kudus. Karena itu segala kelekatan dan cinta diri dienyahkan agar dapat memperoleh kekudusan dan kesucian, serta mendapatkan hidup baru sebagai pengikut yang telah ditebus-Nya.

Tuhan Yesus, Engkau mengajarkan kepedulian dan pemberian diri bagi sesama. Bantulah aku untuk meneladani semangat cinta-Mu dalam hidup dan karyaku, Amin.

=========

Sumber: Ziarah Batin 2016

Kredit Foto: Brilio.net