Home KATEKESE Santo Simon Stock : 16 Mei

Santo Simon Stock : 16 Mei

16 Mei, katekese, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Para Kudus di Surga, Santo Isidorus si Petani, Santo Ephifanius Salamis, Beata Katarina dari St. Agustinus, Santo Santa, Teladan Kita, Santo Antonius dari Florence, Santa Rosa Venerini, Santo Ignasius dari Laconi, Santo Andreas Fournet, Bunda Maria, Rosario, Katekese, Para Kudus, Katolik, Hari Minggu Panggilan, Hari Minggu Gembala Baik, Pekan V Paskah
Ilustrasi: catholic News Agency

Santo Simon Stock adalah biarawan Inggris yang menjadi Prior Jenderal Ordo Karmel dari tahun 1247 sampai 1265. Periode kepemimpinannya menandai lahirnya era baru dalam sejarah Ordo Karmel.

SANTO SIMON STOCK, Menurut legenda, ia lahir pada tahun 1165 di Aylesford, Kent, Inggris. Sejak berusia dua belas tahun, Simon telah hidup  sebagai pertapa di bawah sebuah pohon Ek. Ia berziarah ke tanah suci Yerusalem dan disana ia bergabung dengan para biarawan Karmel yang hidup bertapa di gunung Karmel.  Setelah beberapa lama tinggal di gunung Karmel, Simon dan para pertapa harus mengungsi ke Inggris ketika terjadi pengusiran besar-besaran atas komunitas religius di tanah suci pasca jatuhnya Jerusalem ke tangan bangsa Muslim Saracen pada tahun 1187.

Ditanah kelahirannya, Simon Stock diangkat menjadi pemimpin para pertapa Karmel yang saat itu telah mendirikan biara di Aylesford, Inggris. Simon menjadi superior jenderal Ordo Karmel yang kelima dan memimpin dari tahun 1247 sampai hari kematiaanya di tahun 1265. Periode kepemimpinan Simon Stock menandai lahirnya era baru dalam sejarah Ordo Karmel. Ia melakukan banyak pembaharuan dan menyesuaikan regula Ordo Karmel sesuai dengan kebutuhan jaman. Simon Stock mulai mewajibkan para biarawan Karmel untuk terjun ke tengah masyarakat, mewartakan iman dan melaksanakan berbagai karya pastoral. Para Karmelit dibawah pimpinannya tidak melulu hidup sebagai pertapa yang tenggelam dalam doa dan meditasi. Mereka juga giat mewartakan Injil dan berkarya dalam berbagai kegiatan amal kasih di luar tembok biara.

Ordo Karmel mulai tersebar luas di Eropa Selatan dan Barat, terutama di Inggris. Biara – biara baru dibuka di berbagai kota seperti di Oxford, Cambridge, Paris dan Bologna, juga di Irlandia, Skotlandia dan Spanyol. Di kota-kota yang memiliki Universitas, para karmelit memberi sumbangan besar bagi peningkatan mutu pendidikan khususnya di Cambridge dan Oxford.

Kebangkitan Ordo Karmel di Eropa mendatangkan kecemburuan dari berbagai pihak. Para Karmelit mulai mengalami penindasan, baik dari para klerus setempat maupun dari ordo religius lainnya. Para karmelit lalu membawa keluh-kesah mereka kehadapan pelindung Ordo Karmel, Santa Maria dari gunung Karmel.

Sumber: katakkombe.org

Inspirasimu: Santo Isidorus si Petani : 15 Mei

Previous articleBacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 16 Mei 2020
Next articleBercerita Tentang Kegembiraan Dan Senyum Pengharapan