Beranda KWI KOMSOS KWI Tujuh Strategi Komunikasi yang Berdampak

Tujuh Strategi Komunikasi yang Berdampak

INGIN jadi public speaker handal? Pertajam kemampuan komunikasimu!

Errol Jonathans membagikan tujuh strategi komunikasi yang berdampak. Berikut tipsnya:
Pertama, mengenali komunikan. Lakukan segmentasi terhadap pendengar kita. Ada beberapa cara segmentasi, misalnya berdasarkan jenis kelamin, pendidikan, status ekonomi.
Kedua, kesamaan, frame of reference atau field of experience. Komunikator harus membawa dirinya dan komunikan ke dalam satu konteks dan relevansi yang sama.
Ketiga, kemasan pesan. Selain isi pesan, pelengkap penyampaian pesan itu juga penting. “Menjelaskan becak kepada seseorang yang belum pernah lihat becak akan lebih mudah dengan gambar,” jelas Errol. “Pesan bukan kata-kata saja, tapi juga bisa berbentuk gambar, visual. Hati-hati, bila Anda berbicara di depan publik tentang sesuatu yang baik dengan muka bersungut-sungut, pasti kesan publik akan berbeda,” tambahnya.
Keempat, simbol komunikasi. Simbol juga dapat berkomunikasi, contohnya rambu lalu lintas dan warna.
Kelima, efektivitas penggunaan bahasa tubuh dan nonverbal. Menurut riset yang dibagikan Errol kepada peserta pelatihan public speaking Keuskupan Amboina hari ini, efektifitas komunikasi hanya dengan mengandalkan kata-kata adalah 8%, sedangkan mengandalkan teknik vokal sebesar 37%. Persentase terbesar adalah efektivitas bahasa tubuh dan nonverbal yakni 55%.
Keenam, pendekatan komunikasi multikultural. “Berbicara dengan orang sekampung tentu lebih mudah menggunakan bahasa setempat,” jelas Errol.
Ketujuh, mahir mendengarkan. Mendengar berbeda dari mendengarkan. Seseorang yang mendengarkan akan memerhatikan sang komunikator dengan baik.